Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sumber Foto: Metro.co.uk
Dream - Kisah pilu datang dari Sichuan, China. Seorang ayah bernama Zhang Liyong merasa putus asa dengan kelainan pada darah putrinya, Zhang Ixinlei.
Liyong merasa sudah tak mampu lagi mengobati putri berusia dua tahun yang didiagnosa mengidap Talasemia. Dokter sudah menyatakan Ixinlei tak akan bertahan lama lagi.
Ixinlei didiagnosa mengidap Talasemia saat masih berusia dua bulan. Sejak itu, kedua orangtuanya berjuang membiayai pengobatannya. Sejak itu, keluarga ini telah menghabiskan dana sekitar Rp277 juta.

Liyong, yang hanya sebagai buruh pabrik, dan istrinya, Deng Min, hanya berpenghasilan kecil. Pendapatan mereka sebulan sekitar Rp5 juta saja.
Mereka tak lagi mampu membiayai pengobatan Ixinlei. " Kami pinjam uang ke banyak orang, tapi mereka tak mau lagi meminjamkan uang," kata Liyong.
© Dream
Yang lebih menguncang keluarga ini, dokter menyatakan darah Liyong dan istrinya tak cocok untuk putri mereka. Sehingga tak bisa membantu untuk transfusi darah.
Liyong dan istrinya kemudian memutuskan untuk memiliki anak ke dua. Dengan harapan bisa membantu Ixinlei.

Tapi, meski darah anak ke dua mereka bisa membantu Ixinlei, biaya transplantasi sangat mahal, dan mereka mungkin tak sanggup membayarnya.
Kondisi itulah yang membuat Liyong putus asa. Saat ini, saban hari dia menghabiskan hari-harinya untuk membawa Ixinlei untuk bermain dan tidur di dalam liang lahat.
© Dream
Keputusan ini memang aneh. Namun Liyong sengaja membawa putrinya untuk tidur di liang lahat dengan alasan agar Ixinlei terbiasa dengan makam.
" Saya hanya bisa melakukan ide ini saja. Ini akan membuat dia beristirahat dengan tenang. Yang saya bisa lakukan hanya menemaninya saban hari," tutur Liyong.
Dia berharap Ixinlei bisa merasa nyaman dengan kuburan dan tidak takut apabila harus meninggal.
Sumber: Metro.co.uk
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya