BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Ketua Tim Peneliti Vaksin Merah Putih Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Prof Fedik Abdul Rantam, mengatakan, vaksin siap digunakan pada awal tahun 2022, setelah memperoleh hasil bagus saat uji praklinik tahap satu.
" Hasil ini dilihat dari perkembangan dengan titer antibodi yang trennya baik sekali, PA juga baik, dan saat ini pemeriksaan masih berlangsung," ujarnya dikutip merdeka.com, Senin 31 Mei 2021.
Dia menambahkan, pemeriksaan yang saat ini masih berlangsung meliputi immunotyping, ginjal, hematologi, toksisiti, dan pemeriksaan darah total. Hasil pemeriksaan tersebut dijadikan dasar untuk melakukan uji praklinik fase dua.
Untuk itu, kata dia, saat ini tim peneliti tengah menyiapkan uji praklinik fase dua, termasuk makaka sebagai hewan uji coba. " Kemudian menentukan berapa efikasi, dosis, dan lain-lain untuk persiapan uji klinik fase satu pada manusia," ucap dia.
Ketiga platform tersebut masih berlanjut dan konstruksi virus telah selesai lebih awal untuk lanjut ke uji preklinis dan uji klinis.
" Rencana lain kami adalah menyiapkan varian virus lain. Ini untuk menjaga kalau ini (vaksin merah putih) fail (gagal) maka ada subtitusi, tidak perlu menunggu 10 bulan sampai menjadi seed vaccine," katanya.
" Harapannya, pada Desember 2021 atau paling lama Maret 2022, vaksin Merah Putih Unair sudah masuk skema industri," tutur dia menambahkan.
Lebih lanjut Prof. Fedik berharap bahwa penelitian ini sesuai dengan harapan pemerintah dan juga masyarakat Indonesia, yakni, pengembangan vaksin mandiri agar pemerintah dapat mengatasi virus Covid-19 secara mandiri pula.
" Bagi akademisi, kami optimistis bisa mengembangkan teknologi membuat vaksin sendiri, dan ini sebagai awal," katanya.
Sumber: merdeka.com
Dream - Menteri Riset dan Teknologi, Bambang Brodjonegoro, mengatakan, akan ada enam varian Vaksin Merah Putih untuk Covid-19. Varian ini didasarkan pada basis pengembangan vaksin yang berbeda.
Menurut Bambang, ada enam lembaga yang kini tengah mengembangkan Vaksin Merah Putih, yaitu Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, LIPI, UI, ITB, UGM, dan Unair. Masing-masing menggunakan platfom yang berbeda.
" Karena menggunakan platform yang berbeda-beda otomatis nanti akan muncul enam versi vaksin," ujar Bambang dalam talk show yang disiarkan lewat channel YouTube BNPB.
Bambang menjelaskan, Eijkman mengembangkan vaksin dengan platform sub unit protein rekombinan. Perkembangan risetnya mencapai kemajuan lebih dari 50 persen dari skala laboratorium dan siap uji pra klinik ke hewan pada November.
Vaksin yang dikembangkan LIPI menggunakan platform protein rekombinan fusi. Vaksin oleh UGM dikembangkan dengan platform protein rekombinan.
UI menggunakan platform DNA, mRNA, dan virus-like-partikel. ITB dengan platform adenovirus, sedangkan Unair mengembangkan dua platform yaitu adenovirus dan adeno-associated virus (AAV).
Pengembangan vaksin di Indonesia, kata Bambang, mirip dengan yang diterapkan di luar negeri. Misalnya, AstraZeneca dengan platform non-replicating viral vector, Moderna dengan platform RNA, Sinovac dengan platform inactivated virus, dan CanSino Biological Inc/Beijing Institut of Technology yang memakai platform non-replicating viral vector.
" Tetapi yang paling penting produksi sama yaitu vaksin Covid-19," kata Bambang.
Bambang melanjutkan perbedaan platform yang digunakan enam lembaga tersebut bergantun pada teknologi yang dikuasai. Baik oleh peneliti maupun institusi.
" Saat ini enam institusi bekerja masing-masing tetapi pada intinya akhirnya mereka akan keluar dengan vaksin Covid-19 dan kita akan fasilitasi untuk produksinya," kata dia.
Lebih lanjut, Bambang mengatakan tugas Kemenristek bersama enam institusi tersebut sampai kepada menghasilkan prototipe atau bibit vaksin. Sedangkan tahap pengembangan, uji klinis, sampai produksi massal menjadi tanggung jawab PT Bio Farma.
Advertisement
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
