Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Ilustrasi Dosis Vaksin (Foto: Shutterstock.com/gungpri)
Dream - Indonesia terus menggeber vaksinasi booster untuk menanggulangi penyebaran Covid-19. Hingga saat ini presentase vaksinasi booster baru mencapai 25 persen.
Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Sadikin, memastikan stok vaksin di tanah air mencukupi untuk kebutuhan masyarakat. Hingga akhir 2022, kata dia, Indonesia akan kedatangan sekitar 74 juta dosis yang sebagian besar berasal dari hibah.
“ Kebetulan Indonesia cepat sekali melakukan vaksinasi, sehingga negara-negara maju senang mengirimkan vaksin hibahnya ke Indonesia karena mereka tahu akan bisa dimanfaatkan dengan cepat,” ujarnya.
Menurut Budi, hingga bulan April 2022 Kemenkes telah menerima 474 juta dosis vaksin yang terdiri dari 344 juta dosis vaksin hasil pembelian dan 130 juta dosis dari hibah atau donasi.
Adapun jumlah dosis vaksinasi yang berhasil disuntikkan hingga akhir Mei 2022 berdasarkan data Kementerian Kesehatan adalah sekitar 413,36 juta dosis.
Selain itu, pemerintah akan memusnahkan vaksin Covid-19 yang masih tersimpan namun sudah kadaluarsa. Agar kapasitas penyimpanan vaksin cukup untuk menampung stok vaksin dalam program vaksinasi masyarakat selanjutnya.
“ Arahan Bapak Presiden, agar pemusnahan itu dilakukan dengan sesuai aturan yang berlaku dan didampingi dengan BPKP, Jaksa Agung, dan aparat-aparat penegak hukum lainnya, sehingga dibuat menjadi lebih transparan dan terbuka, dan prosedurnya juga sesuai dengan aturan yang berlaku,” ujar Budi.
Dia memaparkan hasil Sero survei kepada masyarakat yang telah divaksinasi. Mereka memiliki kadar antibodi berlipat-lipat jika dibandingkan dosis ke dua. Peningkatan kadar antibodi tersebut akan sangat melindungi masyarakat dari penyebaran Covid-19.
“ Data yang kita lihat dari dua Sero survei terakhir kepada masyarakat yang sudah divaksinasi (lengkap) dan divaksinasi booster, booster itu meningkatkan kekebalan tubuh kita, meningkatkan kekuatan antibodi kita atau menguatkan kadar antibodi kita itu berlipat-lipat kali ordenya,” kata Budi.
Jika dengan vaksin dua mempunyai titer antibodi dengan rata-rata 300-400, lain halnya jika dengan vaksin booster yang akan meningkat hingga mendekati 6.000 titer antibodi.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang