Nadiem Makarim Gandeng Netflix

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 10 Januari 2020 09:00
Nadiem Makarim Gandeng Netflix
Netflix akan membagikan pengetahuan mengenai teknis dan tata kelola industri kreatif.

Dream - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membuka kerja sama dengan layanan media streaming digital Netflix. Kerja sama ini ditempuh untuk meningkatkan pertumbuhan perfilman di Indonesia.

" Kami apresiasi Netflix yang memberikan dukungan terhadap pertumbuhan perfilman Indonesia. Kemitraan ini kita lakukan sebagai upaya mendukung dan menginternasionalkan produksi film anak bangsa," kata Mendikbud, Nadiem Makarim, dikutip dari Liputan6.com, Kamis 9 Januari 2019.

Nadiem mengatakan, kerja sama dengan Netflix ini berfokus pada kemampuan kreatif, di antaranya, penulisan kreatif (creative writing), pelatihan pasca-produksi, serta undangan untuk mengirim konsep cerita film pendek.

Tidak hanya teknis pembuatan film, kerja sama juga mendukung upaya pelatihan bidang keamanan online serta tata kelola industri kreatif.

" Kami percaya, inovasi-inovasi yang terus dihasilkan Kemendikbud seperti ini akan mendorong tumbuhnya ekosistem kreatif Indonesia, memungkinkan pembuat film Indonesia untuk mengekspor lebih banyak produk kreatif ke luar negeri," kata dia.

1 dari 5 halaman

Film-film Indonesia

Kuek Yu-Chuang Managing Director, Netflix Asia Pacific, mengaku sangat terkesan dengan cerita-cerita film dari Indonesia yang ditayangkan di Netflix. Dengan kerja sama ini diharapkan akan ada lagi film yang mengangkat tema Indonesia.

" Kami percaya akan ada banyak cerita hebat yang dihasilkan dari Indonesia. Melalui inisiatif-inisiatif ini, kami ingin bisa berkontribusi pada pertumbuhan komunitas kreatif di Indonesia. Netflix juga berharap cerita-cerita tersebut bisa membawa tema-tema unik mengenai Indonesia dan dapat dinikmati oleh masyarakat dunia," ucap dia.

Dalam hal kemitraan ini, Kemendikbud dan Netflix akan membuat suatu workshop yang akan diikuti oleh 100 peserta dari penulis naskah film di Indonesia. Nantinya, 15 orang akan diberangkatkan ke Los Angeles, California.

Sumber: Liputan6.com

2 dari 5 halaman

Jokowi Dukung Nadiem Makarim Hapus Ujian Nasional

Dream - Jokowi mendukung langkah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makariem, yang akan menghapus pelaksanaan Ujian Nasional (UN) mulai 2021. Dia setuju UN digantikan dengan asesmen kompetensi minimum.

" Sudah diputuskan oleh Mendikbud. Bahwa UN mulai 2021 sudah dihapus. Artinya sudah tidak ada UN lagi tahun 2021," kata Jokowi, ikutip dari Liputan6.com, Kamis 12 November 2019.

Presiden bernama lengkap Joko Widodo itu menegaskan dukungannya terhadap kebijakan Nadiem. " Nanti sudah dihitung, saya kira kita mendukung apa yang sudah diputuskan Mendikbud," ucap dia.

Menurut Jokowi, asesmen akan diterapkan kepada sekolah dan guru serta ada survei karakter. Hasil asesmen dapat dijadikan bahan evaluasi untuk mengetahui sejauh mana tingkat sekolah di Indonesia.

" Artinya mau tidak mau nanti setiap sekolah akan ada angka-angkanya. Yang angkanya di bawah grade tentu saja harus diperbaiki dan diinjeksi sehingga bisa naik levelnya. Akan kelihatan sekolah mana yang perlu disuntik," ujar dia.

Jokowi mengatakan, kebijakan tersebut sepenuhnya ada di pemerintah pusat. Menurut dia, apabila kebijakan tersebut membuat kualitas pendidikan di Indonesia meningkat, maka akan terus dilanjutkan.

" Bisa saja nanti misalnya, perhitungan Kemendikbud seperti apa, guru ditarik lagi ke pusat. Bisa saja dilakukan. Ini hanya geser anggaran dari daerah ke pusat. Itu saja," kata dia.

Sumber: Liputan6.com/Lizsa Egeham

3 dari 5 halaman

UN 2020 Jadi yang Terakhir, Ini Pengganti Ujian Nasional 2021

Dream - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menyebut, Ujian Nasional (UN) pada 2020 akan menjadi yang terakhir. Pada 2021, UN akan digantikan dengan Asesmen Kompentensi Minimum dan Survei Karakter.

" Penyelenggaraan UN tahun 2021, akan diubah menjadi Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter, yang terdiri dari kemampuan bernalar menggunakan bahasa (literasi), kemampuan bernalar menggunakan matematika (numerasi), dan penguatan pendidikan karakter," kata Nadiem, Rabu, 11 Desember 2019.

Nadiem mengatakan, UN dianggap kurang ideal untuk mengukur prestasi belajar. Materi UN, kata dia, dianggap terlalu padat, sehingga cenderung berfokus pada hafalan, bukan kompetensi.

" Ini sudah menjadi beban stres antara guru dan orang tua. Karena sebenarnya ini berubah menjadi indikator keberhasilan siswa sebagai individu," ujar dia.

Nadiem mengatakan, kondisi itu menjauhkan semangat UN untuk asesmen sistem pendidikan. Lebih jauh, dia menyoroti aspek kognitif dari UN.

Dia menyebut, UN tidak menyentuk aspek kognitif, namun lebih kepada penguasaan materi.

" Dan belum menyentuh karakter siswa secara lebih holistik," kata dia.

(Sah, Sumber: Liputan6.com/Yopi Makdori)

4 dari 5 halaman

Ma`ruf Amin Minta Nadiem Makarim Kaji Rencana Penghapusan Ujian Nasional

Dream - Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, mengkaji secara matang wacana penghapusan Ujian Nasional (UN). 

" Itu harus dikaji, dikaji dulu seperti apa yang memang bisa. Kan itu tidak mudah," ujar Amin, dikutip dari Merdeka.com, Rabu, 4 Desember 2019.

Menurut Ma'ruf, selama ini UN menjadi alat ukur standardisasi kemampuan siswa di Indonesia. Meskipun standar itu tidak bisa diterapkan di semua daerah. " Nah kita sekarang carilah itu," tambah dia.

Ma'ruf berharap, Nadiem memberi solusi terbaik untuk perbaikan pendidikan Indonesia. " Kita harapkan nanti melalui Mendikbud akan bisa ditemukan untuk mengganti dari pada UN," ucap dia.

5 dari 5 halaman

Pengkajian

Beberapa waktu lalu, Nadiem mengatakan akan mengkaji wacana penghapusan ujian nasional (UN).

" Sedang dikaji masih didalami tim, ditunggu ya karena enggak makan waktu terlalu lama," kata Nadiem.

Dia mengatakan, wacana penghapusan UN menampung aspirasi dari masyarakat, misalnya dari guru, murid, dan orangtua. Mereka menginginkan suatu perbaikan di dalam sistem pendidikan.

" Bukan ingin menghapuskan tapi menghindari hal-hal yang negatif dari sisi stres kayak menghukum siswa yang mungkin dari bidang itu," ucap dia.

Beri Komentar