Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sumber: Aralabiya News
Dream - Uni Emirat Arab (UEA) memiliki aturan khusus yang diterapkan selama bulan suci Ramadan. Tak hanya untuk umat muslim, non-muslim pun diharapkan memahami aturan yang berlaku
Melansir Alarabiya News, non-muslim di UEA tidak diharuskan berpuasa selama Ramadan. Namun, mereka diharapkan mampu menghormati adat dan tradisi di bulan suci Ramadan.
Pemerintah UEA memiliki aturan yang harus diikuti oleh non-Muslim selama Ramadan, termasuk menahan diri dari makan, minum, merokok, atau mengunyah permen karet di depan umum selama jam puasa.
Kemudian, non-muslim di sana juga diimbau untuk menghindari perilaku agresif, memainkan musik dengan keras, mengenakan pakaian yang tidak pantas, dan menggunakan bahasa yang menyinggung.
Selain itu, mereka juga diharapkan menerima undangan berbuka puasa bersama, dan bergabung dalam semangat Ramadan.
Sementara sebagian orang akan berpuasa di siang hari, beberapa mal dan restoran akan tetap buka selama Ramadan untuk melayani non-muslim, anak-anak, dan orang tua.
Selain itu, pemerintah UEA juga mengatur jam kerja saat Ramadan menjadi dua jam lebih pendek.
Jika sebelumnya pekerja di sektor swasta harus bekerja 8 jam per hari atau 48 jam per minggu. Namun, saat Ramadan hanya diwajibkan 6 jam per hari atau 36 jam per minggu.
Siswa juga menikmati jam sekolah yang lebih pendek selama Ramadan, yakni dari pukul 08.00 hingga 13.00 dari Senin hingga Kamis, dan dari pukul 08.00 hingga 11.30 pada hari Jumat.
Berdasarkan surat edaran dari Otoritas Federal UEA untuk Sumber Daya Manusia Pemerintah (FAHR), jam kerja resmi untuk kementerian dan otoritas federal adalah dari pukul 09.00 hingga 14.30 dari Senin hingga Kamis. Totalnya 5,5 jam.
Sedangkan pada hari Jumat kerja dari pukul 9.00 hingga 12.00 atau hanya 3 jam kerja.
FAHR juga menekankan kementerian dan otoritas federal dapat menerapkan jadwal kerja yang fleksibel atau kerja jarak jauh selama Ramadan sesuai dengan persyaratan khusus setiap perusahaan

Waktu yang diperlukan untuk pulang dan pergi dari tempat tinggal karyawan ke tempat kerja tidak dihitung menjadi jam kerja. Kecuali untuk pekerjaan tertentu sebagaimana ditentukan dalam Peraturan Eksklusif Undang-Undang Ketenagakerjaan.
Adapun mereka yang berpuasa akan menahan diri hingga 14 jam per hari. Setiap harinya, durasi puasa akan terus bertambah beberapa menit.
Ramadhan adalah waktu refleksi spiritual, pengabdian, dan peningkatan amal bagi umat islam. Di bulan yang suci, umat islam berlomba mempererat hubungannya dengan sang pencipta dan berbuat baik kepada sesama.
Karena itu, dengan mengikuti adat dan tradisi Ramadan, non-muslim dapat membantu menciptakan semangat persatuan tersebut.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya