Uniknya Takbir Keliling Masyarakat Malaysia

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Sabtu, 1 Juni 2019 16:57
Uniknya Takbir Keliling Masyarakat Malaysia
Saat berkeliling kampung, mereka akan dihindangkan makanan oleh pemilik rumah

Dream - Umat Islam beberapa hari lagi akan merayakan Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah. Pada malam lebaran, masyarakat biasanya akan bertakbir di masjid atau keliling kampung.

Kegiatan takbir keliling rupanya juga dilakukan masyarakat Malaysia.

" Di Malaysia juga ada takbir keliling," ujar Wakil Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Zamshari Shaharan saat berbincang dengan Dream.

Ia menjelaskan, ada sedikit perbedaan takbir keliling yang ada di negerinya. Apabila di Indonesia dilakukan dengan membawa obor, alat musik, bedug, di Malaysia tidak demikian.

" Kita akan berkeliling kampung, masuk ke rumah-rumah, takbiran di dalam rumah," ucap Zamshari.

Setelah beberapa saat, tuan rumah akan menghidangkan jamuan kepada orang-orang yang berkunjung untuk takbir keliling.

" Kita takbir keliling ke rumah-rumah dari habis Isya hingga jam 1 malam," kata dia.

Zamshari melanjutkan, makanan khas lebaran yang ada di Negeri Jiran juga hampir sama dengan yang ada di Indonesia yakni ketupat.

" Kalau lebaran pertama itu bisa makan ketupat nasi, ketupat ketan, rendang, kuah kacang, sayur lodeh, nasi impit," ujar dia.

1 dari 1 halaman

Takbir Keliling dalam Tinjauan Islam

Dream - Menjadi kebahagiaan tersendiri bagi umat Islam bisa menyambut Idul Fitri. Terdapat banyak sunah dalam menyambut Hari Raya ini. Salah satunya mengisi malam Idul Fitri dengan takbir.

Takbir di malam Idul Fitri merupakan perwujudan rasa syukur setiap Muslim. Mereka mengagungkan nama Tuhannya usai melaksanakan ibadah Ramadan yang penuh hikmat.

Syeikh As Sa'di dalam kitab Tafsir Al Karim Ar Rahman menjelaskan setiap Muslim hendaknya bersyukur kepada Allah SWT ketika bulan telah sempurna. Syukur diwujudkan dengan takbir mulai hilal Syawal terlihat hingga khutbah Idul Fitri berakhir.

Di Indonesia, masyarakat mengenal tradisi takbir keliling. Ada yang menggelar pawai takbiran, ada juga yang menggunakan mobil untuk berkeliling kota.

Bagaimana praktik ini ditinjau dalam Islam?

Dikutip dari bincangsyariah.com, takbir keliling dijalankan untuk membangkitkan semangat dalam mengerjakan kebaikan. Apalagi di Hari Raya yang penuh keberkahan.

Dalam sebuah hadis, Rasulullah menganjurkan umatnya untuk menghiasi malam Idul Fitri dengan memperbanyak takbir sebagai bukti cinta kepada Sang Pencipta.

" Hiasilah hari raya kalian dengan memperbanyak membaca takbir."

Dalam riwayat lain disebutkan demikian,

" Nabi SAW biasa keluar hendak sholat pada hari raya Idul Fitri, lantas beliau bertakbir sampai di lapangan dan sampai sholat hendak dilaksanakan. Ketika sholat hendak dilaksanakan, beliau berhenti dari bertakbir."

Dalam hadis ini, Rasulullah mengajarkan umat Islam untuk menggaungkan takbir guna mengagungkan nama Allah. Sehingga, bertakbir keliling merupakan wujud pelaksanaan sunah menghidupkan malam Hari Raya Idul Fitri.

Beri Komentar