Update Corona 19 September, Ada 2.234 Kasus Baru

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Minggu, 19 September 2021 18:48
Update Corona 19 September, Ada 2.234 Kasus Baru
Data Satgas Covid-19, Minggu 19 September menunjukkan total 4.190.763 kasus positif Corona.

Dream - Kasus positif Corona di Indonesia berangsur menurun. Melansir dari data Satgas Covid-19, Minggu 19 September 2021, ada tambahan 2.234 kasus baru. Angka tersebut membuat total ada 4.190.763 kasus positif Corona di Indonesia.

Sementara itu, jumlah yang sembuh dari Corona bertambah 6.186 jiwa sehingga menjadi sebanyak 3.989.326 jiwa.

Sedangkan jumlah orang yang meninggal akibat virus Corona di Indonesia bertambah 145 jiwa menjadi sebanyak 140.468 jiwa.

Jumlah kasus aktif Covid-19 di Indonesia mencapai 60.969 kasus. Jumlah ini turun 4.097 kasus dari sehari sebelumnya. (mut)

1 dari 7 halaman

Penanganan Covid-19 di Indonesia Dipuji Sebagai Salah Satu Terbaik Dunia

Dream - Indonesia diklaim masuk dalam jajaran negara dengan penanganan Covid-19 terbaik dunia. Ini dilihat dari kemampuan Indonesia menurunkan kasus terkonfirmasi Covid-19 hingga 58 persen dalam waktu dua pekan.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengatakan apresiasi tersebut diperoleh dari publikasi situs Ourworldindata.org, John Hopkins University CSSE Covid-19.

" Data yang terakhir diupdate pada 12 September kemarin menyatakan bahwa penanganan Covid-19 di Indonesia diapresiasi sebagai salah satu yang terbaik di dunia karena mampu menurunkan angka kasus hingga 58 persen dalam kurun waktu dua minggu," ujar 

Meski demikian, Nadia mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada sebab potensi lonjakan kasus Covid-18 belum hilang. Terlebih varian COvid-19 terus bermunculnya sehingga meningkatkan risiko.

Nadia mengatakan tren positif dalam penanganan Covid-19 terus dipertahankan Indonesia. Indikator ini terlihat dari kecilnya angka kasus harian sejak empat bulan terakhir, yang sampai mencapai angka terendah 2.577 kasus pada awal pekan ini.

" Tren positif di hampir seluruh indikator merupakan salah satu bukti keseriusan kita semua untuk dapat mengendalikan pandemi Covid-19 di negara kita," kata dia.

2 dari 7 halaman

Dorong Masyarakat Ikut Vaksinasi

Tetapi, Nadia mengingatkan upaya terberat adalah mempertahankan tren positif tersebut. Dia pun mengajak masyarakat untuk terlibat dalam vaksinasi, dengan mengikutinya bagi yang belum mendapatkan vaksin.

Pemerintah menjamin vaksin terus tersedia dan didistribusikan ke seluruh daerah. Sehingga vaksin bisa langsung digunakan untuk masyarakat.

Percepatan vaksinasi menjadi prioritas pemerintah untuk memastikan kesiapan daerah menuju masa transisi. Vaksinasi lanjut usia juga terus ditingkatkan mengingat angka kematian kelompok ini masih tinggi.

" Kami berharap stakeholder terkait, terutama di daerah, untuk menyusun kembali strategi dalam menjangkau populasi rentan seperti lansia, sesuai dengan keunikan masalah di masing-masing wilayah," kata Nadia, dikutip dari Merdeka.com.

3 dari 7 halaman

Begini Cara Indonesia Tangkal Varian Baru Covid-19 dari Luar Negeri

Dream - Untuk terus menurunkan kasus aktif Covid-19, pemerintah memperketat pintu masuk bagi pendatang dari luar negeri. Pemeriksaan diperketat untuk mengantisipasi masuknya varian baru virus Covid-19 ke Indonesia, termasuk varian Mu.

Pengetatan juga dilakukan untuk menjaring pelaku perjalanan internasional yang terdeteksi positif meskipun membawa surat bebas Covid-19 dari negara asal. Sebab hal inilah yang menjadi momok penularan Covid-19 varian baru.

Menurut Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, pengawasan ketat diawali dengan pemeriksaan PCR bagi pelaku perjalanan internasional saat hari pertama kedatangan. 

Ia menambahkan, jika hasil pemeriksaan PCR pertamanya negatif akan dilanjutkan dengan karantina selama delapan hari.

4 dari 7 halaman

Prosedur Ketat di Pintu Masuk RI

Selanjutnya, pada hari ke tujuh karantina, pelaku perjalanan internasional wajib menjalani tes PCR ke dua untuk memastikan apakah pelaku perjalanan luar negeri positif atau negatif Covid-19.

Apabila hasil pemeriksaan PCR ke dua dinyatakan negatif Covid-19 barulah selesai melaksanakan karantina. Tetapi jika hasil pemeriksaan PCR ke dua positif Covid-19 maka harus dibawa ke isolasi terpusat atau fasilitas pelayanan kesehatan seperti rumah sakit.

" Harapannya bahwa protokol ini bisa diterapkan Satgas Covid-19 di bandar udara dan pelabuhan dengan bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat, karena kita ketahui beberapa pintu masuk dari pelaku perjalanan internasional ini ada di beberapa provinsi lainnya," jelas Nadia.

5 dari 7 halaman

Kapasitas Laboratorium Pemeriksaan

Proses pemeriksaan karantina, tambah Nadia, harus dilakukan di daerah yang memiliki pintu masuk kedatangan luar negeri, seperti Jakarta, Denpasar, Surabaya, dan pintu masuk negera yang lainnya.

Menurut Nadia, Kementerian Kesehatan dan sektor terkait lainnya terus memantau dan melakukan pemeriksaan sequencing terhadap kasus-kasus yang masuk ke Indonesia maupun penularan lokal.

Kapasitas laboratorium pemeriksaan genome sequencing yang ada di Indonesia mampu mendeteksi sampel varian Covid-19 dalam waktu rata-rata 4 sampai 5 hari.

" Sehingga dengan kapasitas tersebut kita bisa mengisolasi pelaku perjalanan luar negeri yang sudah terkonfirmasi Covid-19 dengan varian tertentu di fasilitas pelayanan kesehatan baik itu di rumah sakit ataupun di tempat isolasi yang terpusat," imbuhnya.

6 dari 7 halaman

Bawa Surat Bebas Covid-19 Tak Menjamin Negatif

Menurut Nadia, Kemenkes telah mencatat hingga kini tidak kurang dari 5.835 kasus sequencing telah diupayakan. Sebanyak 2.300 kasus merupakan varian Delta yang ditemukan di 33 provinsi di Indonesia berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut.

Kementerian Kesehatan mencatat pada periode 1 sampai 6 September 2021, sebanyak 7.179 pelaku perjalanan internasional masuk ke Indonesia. Dari jumlah tersebut, 2 persen di antaranya terkonfirmasi positif Covid-19.

Pelaku perjalanan internasional itu dinyatakan positif Covid-19 setelah menjalani pemeriksaan di pintu masuk kedatangan Indonesia. Padahal mereka membawa surat bebas Covid-19 dari negara asalnya.

" Periode 1 sampai 6 September 2021, sebanyak 2 persen pelaku perjalanan internasional terkonfirmasi positif Covid-19, dari jumlah total kedatangan 7.179 orang," kata Nadia.

7 dari 7 halaman

Perketat Prosedur Skrining

Dari total pelaku perjalanan yang terkonfirmasi positif Covid-19 saat tiba di Indonesia, paling banyak berasal dari lima negara, yakni Arab Saudi, Malaysia, Turki, Uni Emirat Arab, dan Singapura.

Data pada periode 1 sampai 31 Agustus 2021, sebanyak 4,5 persen pelaku perjalanan internasional terkonfirmasi positif Covid-19 dari jumlah total kedatangan 36.722 orang. Mereka juga membawa serta surat negatif Covid-19 dari negara asalnya.

" Untuk itu kami mengimbau agar pintu-pintu masuk ke Republik Indonesia seperti bandar udara, pelabuhan laut internasional untuk terus memperketat prosedur skrining dan prosedur pengawasan masuknya pelaku perjalanan internasional," pungkasnya.

Beri Komentar