Update Covid-19: Kasus Corona Amerika Tembus Angka 100 Ribu Orang

Reporter : Syahid Latif
Sabtu, 28 Maret 2020 13:38
Update Covid-19: Kasus Corona Amerika Tembus Angka 100 Ribu Orang
Jumlah kasus corona Amerika melampaui China dan Italia.

Dream - Wabah virus corona, Covid-19, mengganas di Amerika Serikat (AS). Setelah mengambil alih posisi China, hari ini jumlan pasien terkonfirmasi positif corona di Amerika menembus angka 100 ribu orang.

Mengutip data kasus virus corona Covid-19 dari Johns Hopkins University, Sabtu, 28 Maret 2020 per pukul 11.53 WIB, jumlah warga di Amerika yang terinfeksi virus corona Covid-19 telah menyentuh angka 104.686.

Secara global, virus corona telah menulari 597.335 orang di dunia. Sedangkan jumlah pasien positif yang telah sembuh mencapai 131.712 orang dan meninggal dunia 27.365 orang.

Jumlah kasus corona di Amerika ini menjadi yang terbanyak di dunia menggantikan China yang melaporkan 81.946 kasus dan berada di posisi kedua. Sementara kasus corona terbanyak kedua tercatat di Itali dengan jumlah pasien 84.498 orang.

1 dari 4 halaman

Trump Telepon Presiden China

Sementara mengutip laman Liputan6.com, Presiden AS, Donald Trump telah menghubungi Presiden China, Xi Jingping pada Jumat, 27 Maret 2020. Kepada Xi, Trump menyebut pengalaman China dalam memerangi Virus Corona COVID-19 sangat mencerahkan.

Trump mengaku telah mendengar secara saksama pidato Xi di KTT Luar Biasa Pemimpin G20 tentang COVID-19, serta menghargai pandangan dan proposal Presiden China itu bersama dengan para pemimpin lainnya.

Trump menyatakan telah mendengar secara saksama pidato Xi di KTT Luar Biasa Pemimpin G20 tentang COVID-19, serta menghargai pandangan dan proposal Presiden China itu bersama dengan para pemimpin lainnya.

" Amerika Serikat berterima kasih atas persediaan pasokan medis China dan perjuangannya dalam melawan epidemi tersebut," ujar Trump, seperti dikutip dari Xinhua, Sabtu (28/3/2020).

2 dari 4 halaman

 Jennifer Haller jadi Pasien Pertama yang Mencoba Vaksin Corona© MEN

Dream - Vaksin untuk menangkap sebaran virus corona memasuki uji coba pertamanya ke tubuh manusia. Tes pertama ini diberikan ke seorang partisipan pada Senin, 16 Maret 2020.

Vaksin ini dikembangkan National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID) Amerika Serikat. NIAID bekerja sama dengan perusahaan bioteknologi Moderna Inc.

" Menemukan vaksin yang aman dan efektif untuk mencegah infeksi SARS-CoV-2 adalah prioritas kesehatan masyarakat yang mendesak," kata Direktur NIAID Anthony Fauci, dilaporkan Sydney Morning Herald, Selasa, 17 Maret 2020.

" Studi fase 1 ini, diluncurkan dengan langkah cepat, untuk menahan laju mewabahnya virus corona," kata dia.

Seperti diketahui, tidak ada vaksin atau terapi untuk memerangi SARS-Cov2, virus yang menyebabkan penyakit pernapasan yang dikenal sebagai Covid-19.

Juga tidak ada perawatan atau vaksin yang disetujui untuk virus corona lain, seperti SARS dan MERS.

Langkah penting dalam pengembangan vaksin datang ketika Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit menyerukan untuk mencegah pertemuan 50 orang atau lebih untuk menangani pandemi.

Uji coba pertama ini hanyalah langkah awal. Vaksin ini sebenarnya masih terus dikembangkan dalam satu tahun hingga 18 bulan ke depan.

3 dari 4 halaman

Berburu Vaksin

Uji coba fase I menandai pertama kalinya vaksin eksperimental diperkenalkan ke dalam tubuh manusia. Langkah itu menjadi studi kecil untuk menilai apakah vaksin itu aman dan apakah itu membangkitkan respons kekebalan.

Vaksin itu membutuhkan uji coba fase II dan fase III untuk menghasilkan data yang cukup untuk menunjukkan apakah vaksin berfungsi dan cukup aman untuk mendapatkan persetujuan dari Food and Drug Administration (Sejenis Badan POM)

Sebelumnya, perusahaan medis asal Britania Raya, Glaxo Smith Kline mengumumkan mereka bekerja dengan Clover Biopharmaceuticals yang berbasis di China pada vaksin eksperimental bulan lalu.

Otoritas Penelitian dan Pengembangan Biomedis Lanjutan Amerika Serikat juga bekerja dengan Sanofi dan Johnson & Johnson untuk membuat vaksin potensial melawan virus corona.

4 dari 4 halaman

Para Ilmuwan Israel Klaim Sudah Kembangkan Vaksin Virus Corona Covid-19

 Vaksin Virus Corona Covid-19© Pexels.com

Dream - Para ilmuwan di Institute for Biological Research di Israel diklaim telah membuat terobosan signifikan dalam memahami virus Corona baru atau COVID-19.

Dilansir Haaretz.com, sumber-sumber di institut tersebut baru-baru ini mengklaim bahwa mereka sudah bisa memahami mekanisme biologis dan kualitas dari virus Corona baru.

Tidak itu saja, mereka juga sudah mampu melakukan diagnostik yang lebih baik, memproduksi antibodi bagi mereka yang terinfeksi virus dan mengembangkan vaksin untuk virus.

Namun saat ditanya tentang kemajuan tersebut, Kementerian Pertahanan Israel enggan membuat pernyataan yang terkesan terburu-buru.

" Institut belum punya terobosan dalam menemukan vaksin untuk virus korona atau untuk mengembangkan alat ujinya," bunyi pernyataan Kementerian Pertahanan Israel.

Disebutkan pula bahwa institut bekerja sesuai dengan jadwal dan rencana kerja yang pasti akan membutuhkan waktu.

Institute for Biological Researc adalah lembaga penelitian dan pengembangan yang terkenal di dunia. Mereka memiliki peneliti dan ilmuwan berpengalaman dengan infrastruktur dan pengetahuan yang bagus.

Saat ini ada lebih dari 50 ilmuwan berpengalaman yang bekerja di institut tersebut untuk meneliti dan mengembangkan vaksin untuk virus corona.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyhu sebelumnya memerintahkan lembaga tersebut untuk mencurahkan sumber daya untuk mengembangkan vaksin bagi COVID-19 pada 1 Februari 2020.

Biasanya, proses panjang dalam pembuatan vaksin melibatkan percobaan pra-klinis pada hewan yang diikuti oleh uji klinis pada manusia.

Hal ini dilakukan untuk memahami karakteristik dari efek samping vaksin tersebut dan dampaknya pada populasi yang terinfeksi.

Proses pengembangan tersebut membutuhkan serangkaian tes dan eksperimen lainnya yang dapat berlangsung berbulan-bulan sebelum vaksin dianggap efektif atau aman untuk digunakan.

Beri Komentar