Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Peneliti Dari Oxford Mendapat Hasil Menggembirakan Dari Tas Vaksi Covid (Foto: Shutterstock)
Dream - Kabar gembira datang dari para peneliti vaksin Covid-19 dari Universitas Oxford. Jika tak ada ganjalan, vaksin untuk SARS-CoV-2 akan segera dirilis ke publik.
Rencana tersebut dilakukan setelah percobaan fase pertama Moderna Inc menunjukkan kandidat vaksin mRNA-1273 mampu memicu respons sistem kekebalan terhadap virus dan menunjukkan perkembangan positif untuk mencegah penularan pada manusia.
Editor ITV, Peston, mengharapkan perkembangan positif bagi kandidat vaksin 'AZD1222' yang didukung oleh perusahaan farmasi, AstraZeneca.
" Saya mendengar akan segera ada berita gembira tentang uji coba awal vaksin Oxford Covid-19 yang didukung oleh AstraZeneca," tulis Peston dalam sebuah postingan blog.
Ungkapan Peston ini didasarkan dari sebuah sumber yang mengatakan vaksin Oxford Covid-19 akan menghasilkan jenis antibodi dan respons sel-T (sel pembunuh) yang diharapkan oleh para peneliti. Jika terbukti efektif, vaksin bisa diproduksi massal pada awal September nanti.
Kandidat vaksin Universitas Oxford 'AZD1222' telah dikembangkan oleh Jenner Institute dan perusahaan obat-obatan Inggris, AstraZeneca.
Menurut laporan, kandidat vaksin sudah mencapai fase ketiga uji klinis pada bulan lalu di Brasil. Setidaknya ada ribuan sukarelawan yang diberi dosis tertentu untuk menguji keamanan dan kemanjurannya.
Diketahui perusahaan AstraZeneca telah mendapatkan lisensi untuk memproduksi vaksin secara massal.
Kandidat vaksin Oxford dikembangkan dengan jenis virus yang sudah melemah. Virus tersebut merupakan versi non-replikasi dan menggabungkannya dengan protein lonjakan SARS-CoV-2 pada virus corona terbaru.
![]()
Pengembangan ini dilakukan untuk memicu respons kekebalan tubuh setelah sel mengenali bahan genetik dari protein lonjakan. Sejak awal perkembangannya, kandidat vaksin Oxford membutuhkan waktu 3 bulan dan telah melalui uji coba tahap 1.
Melansir dari jurnal medis Lancet pada hari Rabu lalu (15/07), mereka akan menerbitkan data uji klinis fase 1 vaksin COVID-19 pada hari Senin depan.
" Saat ini kami sedang melakukan penyuntingan dan persiapan akhir. Rencananya data uji coba vaksin akan diterbitkan pada hari Senin, 20 Juli," ungkap salah seorang penulis jurnal.
(Sah, Sumber Times of India)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya