Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Antrean Ibu-ibu Muda Ngurus Cerai Di Pengadilan Agama Soreang, Jawa Barat. (Foto: Cuplikan Video Instagram)
Dream - Baru-baru ini viral di media sosial video penampakan ibu-ibu muda yang antre untuk mengurus cerai di kantor pengadilan agama Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Video tersebut diunggah pemilik akun @StefhanieQueen di platform Twitternya pada Senin, 24 Agustus 2020. Si pemilik video membuat keterangan video dengan tulisan yang cukup menggelitik.
" Ini bkn antrian penerima bansos guys. Tp ini antrian orang" yg mau cerai di pengadilan agama soreang," tulis akun dalam unggahannya.
Dalam video itu terlihat puluhan wanita muda tampak berdiri di halaman. Mereka berbaris rapi untuk antre masuk ke dalam kantor Pengadilan Agama Soreang.

Sementara beberapa wanita muda lainnya tampak duduk sambil sibuk dengan gadget. Mereka diduga ikut antrean untuk mengajukan perceraian.

Antre ibu-ibu muda yang mengurus cerai di kantor pengadilan agama Soreang ini menarik perhatian seorang sosiolog dari Universitas Ibnu Chaldun (UIC), Prof Musni Umar.
Pria yang juga rektor di universitas tersebut menulis cuitan untuk mengomentari video puluhan ibu muda yang antre untuk mengajukan perceraian.
Dalam cuitannya, Prof Musni mengatakan dampak pemutusan hubungan kerja (PHK) yang berimbas pada perekonomian diduga menjadi pemicu tingginya angka perceraian di tengah pandemi Covid-19.

" Dampak PHK sudah dirasakan masyarakat. Antrean orang mau cerai gambaran kesulitan yang dialami masyarakat," kata Prof Musni di @musniumar.
Menurut Prof Musni, PHK menyebabkan terjadinya pengangguran yang berdampak pada kesulitan ekonomi. Akibatnya hubungan suami istri jadi tidak harmonis yang berujung pada perceraian.

" Pengangguran hadirkan kemiskinan. Dampaknya keluarga runtuh. Isteri dan suami cekcok, anak korban. Saya hanya bisa berdoa, sedih semoga para pemimpin eling lan waspodo," tambah Prof Musni.
Sumber: PojokSatu
Lihat postingan ini di Instagram
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam