Viral! Anak SMA Belajar 17 Jam Sehari Meski Sedang Liburan Satu Bulan

Reporter : Sugiono
Minggu, 10 Maret 2019 10:00
Viral! Anak SMA Belajar 17 Jam Sehari Meski Sedang Liburan Satu Bulan
Dia hanya istirahat selama 30 menit untuk makan siang.

Dream - Siswa sekolah menengah di China, Zhu Zheng, menjadi viral karena ketekunan belajarnya.

Dia tidak menghabiskan waktunya selama liburan musim dingin untuk bermain atau berwisata.

Siswa kelas 11 di Sekolah Menengah Wuhan, Provinsi Hubei, itu malah belajar dengan giat.

Dikutip dari Next Shark, Sabtu 9 Maret 2019, Zhu belajar selama 17 jam dalam sehari selama liburan musim dingin.

Semua ini dia lakukan agar kelak mendapat pekerjaan yang bagus hingga bisa mengangkat derajat keluarganya.

Kisah ini terungkap ketika seorang guru membaca jadwal kegiatan Zhu selama musim dingin secara tidak sengaja.

1 dari 3 halaman

Menang Kompetisi Matematika

Pada bulan September tahun lalu, Zhu menjadi juara di sebuah kompetisi matematika nasional.

Sebagai hadiahnya, remaja 17 tahun itu boleh mengikuti pendidikan intensif di Universitas Tsinghua di Beijing.

Menurut para mentornya, Zhu satu-satunya peserta pendidikan yang memakai seragam SMA.

Itu karena Zhu berjanji kepada orang tuanya untuk tidak membeli baju selama setahun agar bisa menabung.

Ketika Zhu kembali ke sekolahnya, Tang Yanping, mantan mentornya di Universitas Tsinghua, membaca jadwal kegiatan Zhu selama musim dingin.

2 dari 3 halaman

Belajar 17 Jam Sehari

Tang terkejut karena muridnya itu tidak pulang ke rumah selama liburan musim dingin. Dia malah menghabiskan waktunya selama 17 jam sehari untuk belajar.

Menurut NetEase News, Zhu memulai aktivitas jam 6:40 pagi dan mengakhirinya jam 11:50 malam.

Selama itu, dia mengambil les matematika dan belajar mata pelajaran lainnya.

Zhu hanya istirahat selama 30 menit untuk makan siang dan beberapa menit lainnya untuk jajan.

Di buku jadwalnya, Zhu menulis kalimat-kalimat penyemangat yang sangat luar biasa.

" Hidup ini tidak ada liburan musim dingin atau musim panas. Sukses tidak akan datang jika kamu tidak keras pada dirimu sendiri."

Beberapa tulisan lainnya juga menjadi cambuk yang cukup efektif untuk menyemangati diri Zhu sendiri.

" Disiplin, perbaiki diri sendiri" , " Pelajari catatan, bukan menyalin catatan" , dan " Jangan pernah sentuh ponsel" .

3 dari 3 halaman

Alasan Belajar dengan Keras

Dedikasi Zhu yang begitu hebat untuk terus belajar ternyata memiliki alasan tersendiri.

Di China, ujian masuk perguruan tinggi yang disebut Gaokao merupakan ujian yang bisa menentukan masa depan.

Gaokao tidak hanya akan menentukan pilihan perguruan tinggi, tapi juga karier dan gaji saat sudah bekerja.

Menurut Tang, orang tua Zhu adalah pekerja migran yang miskin dari kota terdekat Xianning.

" Zhu menjalani kehidupan yang sangat hemat, hanya dengan semangkuk bubur dan roti kukus untuk sarapan dan makan siang dengan biaya tidak lebih dari empat yuan (Rp8 ribu)," katanya kepada wartawan.

Rupanya Zhu ingin membebaskan kehidupan keluarganya yang miskin dengan memiliki karier dan gaji yang bagus setelah lulus kuliah.

Sumber: Next Shark

Beri Komentar