Viral Remaja di Malang Dihukum Berat Karena Bunuh Pembegal Ancam Setubuhi Pacar

Reporter : Maulana Kautsar
Senin, 20 Januari 2020 12:40
Viral Remaja di Malang Dihukum Berat Karena Bunuh Pembegal Ancam Setubuhi Pacar
Remaja pria tersebut disebut hendak membela kehormatan sang kekasih.

Dream - Kasus pembunuhan yang dilakukan remaja sekolah menengah atas (SMA) berinisial ZA menjadi perhatian nasional. Kasus yang terjadi pada September 2019 itu bermula ketika ZA membela sang kekasih yang hendak disetubuhi pembegal.

ZA nekat membunuh salah satu pembegal. ZA kemudian didakwa melakukan pembunuhan berencana pasal 340 KUHP dengan kurungan penjara seumur hidup.

Sejumlah tokoh menyoroti proses peradilan kasus ini. Kepala Plt Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Hariyono menanyakan alasan pemberian sanksi berat tersebut.

”Dalam konteks ini, setiap pembunuh memang bisa dianggap bersalah. Tapi perlu diketahui hukum tidak semata-mata hanya regulasi, tapi juga perlu dilihat dulu konteksnya. Siapa sih yang mau dibegal, yang mau diperkosa?. Menurut saya, ZA diposisi tidak ada perencanan pembunuhan, tapi membela diri,” kata Hariyono, dilaporkan Jatim Times.

Atas pandangannya tersebut, Hariyono berharap agar kasus yang dialami ZA, pelaku pembunuh begal tersebut bisa segera selesai.

 

1 dari 2 halaman

Hotman Paris Buka Suara

Selain Hariyono, sosok pengacara kondang Hotman Paris Hutapea juga menyinggung persoalan ini. Dia mengatakan, sudah banyak mendapat keluhan mengenai peristiwa ini. Dia meminta masyarakat mengawasi kasus ini.

" Kalau benar faktanya (melindungi perempuan) sangat dipertanyakan kenapa malah didakwa pembunuhan berencana pasal 340 KUHP. Ini masalah seluruh rakyat Indonesia, kita harus membela hukum di negeri ini agar hukum diteggakan sesuai fakta persidangan," ucap dia.

      View this post on Instagram

A post shared by Dr. Hotman Paris Hutapea SH MH (@hotmanparisofficial) on

 

2 dari 2 halaman

Kronologi Penusukan

Dilaporkan , peristiwa penusukan tersebut terjadi ketika ZA dan kekasihnya mengendarai sepeda motor melewati kebun tebu di Desa Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Jawa Timur, 7 September 2019. Ketika itu, pasangan kekasih dihadang empat orang pria.

ZA dan kekasihnya diminta untuk menyerahkan ponsel dan sepeda motornya. Bahkan, pelaku berusaha mengambil paksa kunci yang menancap di sepeda motor.

Ketika ZA mencabut kunci motor, dia memutar badan dan membuka jok. Saat itu ZA dan pelaku terlibat adu mulut.

Salah satu pelaku, Misnan mengancam akan menyetubuhi kekasih ZA secara bergilir, bila tak menyerahkan sepada motor miliknya.

ZA mendapat kesempatan mengambil pisau, yang dia pakai utnuk praktik di sekolah, di jok sepeda motornya. ZA kemudian menikam Misnan tepat di dada kiri.

Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan mengatakan, jenazah Misnan awalnya dikira jasad pencari burung yang tewas. " Dia mendapat perlawan dari korban pembegalan, yang sekaligus pelaku penusukan," kata Yade.