Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
© MEN
Draem - Kasus pembunuhan berantai oleh dukun pengganda uang bernama Tohari alias Mbah Slamet di Banjarnegara, Jawa Tengah, masih menjadi perhatian warganet.
Berdasarkan penyelidikan, jumlah korban Mbah Slamet mencapai 12 orang. Korban ditemukan terkubur di ladang milik Mbah Slamet di Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.
Kasus pembunuhan berantai ini terungkap berkat laporan GE, anak salah seorang korban berinisial PO berusia 53 tahun. GE malaporkan ayahnya hilang pada 27 Maret 2023.
Laporan ini didasari pesan suara yang dikirim korban melalui WhatsApp kepada adik GE, SL, pada 24 Maret 2023 yang mengabarkan dirinya sedang di rumah Mbah Slamet.
Korban PO berpesan, jika sampai Minggu, 26 Maret 2023, dirinya tidak pulang, anak-anaknya diminta untuk datang ke rumah Mbah Slamet didampingi aparat.
Laporan GE ini membuat petugas Satreskrim Polres Banjarnegara segera melakukan penyelidikan hingga menemukan jasad korban PO terkubur di jalan setapak menuju hutan Desa Balun pada 1 April 2023.
Hasil pemeriksaan menyebutkan PO dibunuh Mbah Slamet dengan diberi minuman yang dicampur racun Potassium Sianida. Hal tersebut dilakukan karena pelaku kesal ditagih terus menerus oleh korban.
Pasalnya, Mbah Slamet menjanjikan akan melipatgandakan uang sebesar Rp70 juta menjadi Rp5 miliar.
Belakangan viral di media sosial pesan suara WhatsApp yang dikirimkan korban Mbah Slamet kepada anaknya, salah satunya diunggah akun Instagram @instambanjarnegara.
" Konteks pembunuhan di Banjarnegara, asli nangis banget dengerin vn korban ke anaknya, benar-benar nggak kebayang setakut apa korban waktu itu, nyesek banget asli dengernya," tulisnya.
Dalam pesan suara itu korban terdengar ketakutan dan melaporkan lokasi tempatnya berada, yakni di rumah Mbah Slamet.
Korban menyebut ia mengirimkan pesan suara karena merasa waspada sesuatu yang buruk mungkin terjadi padanya.
Apalagi sang ayah saat itu mendatangi kediaman Mbah Slamet sendirian tanpa teman atau pun ajudan dan orang kepercayaan yang menemani.
Korban juga merasa ngeri, apalagi di hutan yang dilewatinya korban mengaku sangat mengantuk. Bahkan, korban semakin mengantuk saat duduk di rumah Mbah Slamet sampai kepalanya terkulai di tikar.
Ia merasakan hal tersebut tidak wajar. Ia juga berharap agar dirinya selamat.
View this post on Instagram
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya