Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Youtube.com/jatimnowcom
Dream - Sebuah video viral tengah menjadi perbincangan netizen. Video itu memperlihatkan keanehan yang terjadi di kolam renang TNI AL Juanda, Waru, Sidoarjo, Jawa Timur.
Pada awal video, terlihat air kolam yang tenang mendadak bergelombang. Air itu kemudian bergerak semakin keras sehingga menyerupai ombak.
Padahal tak ada satu orang pun di dalam kolam renang tersebut.
Dikabarkan kolam renang itu bergerak sesaat sebelum gempa bumi 7,4 SR mengguncang Palu, Jumat 28 September 2018 petang.
Di Twitter, beberapa netizen bahkan menghubungkan video ini sebagai gejala alam terkait pertanda gempa dan tsunami.
#KolamRenang ini bergerak sendiri & tidak ada Ikan yg berenang disini. Sdh 3 hari ini & sebelum gempa di #Palu juga bergerak sendiri, Semoga Pulau #jawa aman dari gempa. Sebelum #GempaSulteng," tulis @Be_Transformers.
Melansir jatimnow.com, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda memberikan keterangan dalam pesan rilis, Selasa 2 Oktober 2018.
Siaran pers yang ditandatangani Koordinator BMKG Jawa Timur Muhammad Nurhuda menjelaskan, gelombang yang terekam di kolam itu bukan gerakan kegempaan.
" Pada saat kejadian dimaksud sensor gempa Stasiun Geofisika Tretes tidak mencatat adanya sinyal gempa," tulisnya.
" Kejadian ombak di kolam renang tersebut bukan berasal dari kejadian kegempaan yang tercatat di wilayah Surabaya, Sidoarjo dan sekitarnya," jelas BMKG.
BMKG Jawa Timur juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terpengaruh dengan berita-berita yang tidak dapat dipertanggung jawabkan.
" Masyarakat kami imbau tidak terpengaruh kepada berita-berita yang meresahkan dan tidak dapat dipertanggungjawabkan," ujar Koordinator BMKG Jawa Timur, Muh Nurhuda.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya