Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Wanita Mengamuk Di Masjid
Dream - Warganet tengah dikejutkan dengan video viral seorang wanita menggunakan baju putih dan celana panjang masuk masjid menggunakan sepatu. Tak hanya itu, ia juga membawa anjing.
Video yang disebar oleh akun Instagram @makassar_info menyebut kalau insiden itu terjadi di Masjid Al Munawaroh, Sentul City, Babakan Madang, Bogor, Jawa Barat.
Dalam video tersebut, terlihat ada beberapa orang yang menegur wanita tersebut untuk tidak membawa anjing ke dalam masjid. Nampaknya, sang wanita tidak terima dengan teguran itu hingga akhirnya terjadi adu mulut.
Kapolsek Babakan Madang, Kompol Wawan membenarkan adanya peristiwa tersebut, meski ia enggan menjelaskan kronologi ya. " (Kasusnya) nggak ditangani Polsek, saya nggak bisa klarifikasi, itu Polres, yang jelas ada kejadian itu," ujar Wawan saat dihubungi Dream, Minggu 30 Juni 2019.
Setelah itu, tim redaksi Dream mencoba mengonfirmasi ke Polres Bogor mengenai duduk perkara dari kasus wanita membawa anjing ke dalam masjid. Kasubag Humas Polres Bogor, AKP Ita Puspita Lena mengaku belum mendapat informasi secara jelas dari Polsek Babakan Madang mengenai peristiwa itu .
" Belum ya, belum ada pernyataan dari (Polsek) Babakan Madang. Saya dari tadi belum dikabarin," ujar Ita.
View this post on Instagram
Dream - Pendakwah Felix Siauw menghadiri kajian bulanan di Masjid Fatahillah Balai Kota DKI Jakarta. Padahal, sebelumnya acara kajian ini sempat dinyatakan batal oleh sejumlah pengurus bidang kepegawaian Pemprov DKI.
Felix mengisi kajian selepas sholat Zuhur berjemaah. Felix yang mengenakan kemeja batik cokelat itu langsung duduk di depan para jemaah untuk memberikan ceramah.
" Mungkin kaget katanya enggak jadi, saya juga kaget. Saya baru terima beritanya jam lima sore kemarin, jadi saya bingung di situ," ujar Felix di depan jemaah, Rabu 26 Juni 2019.
Dalam membuka tausiyahnya, Felix menampik tudingan yang menyebutnya anti Nusantara.
" Saya tiap hari pakai batik, tapi masih dibilang anti-Pancasila. Wajah saya unyu-unyu dan kalau saya pergi ini mau pengajian, tapi saya dikira radikal," ucap dia.
Felix, yang juga seorang mualaf mengatakan, dalam tausiyah mengenai prosesnya mulai mengenal Islam hingga akhirnya menjadi seorang muslim.
" Hari ini saya mau menceritakan tentang itu dari Islam," kata dia.
Dream - Pengguna media sosial dibuat heboh beredarnya foto spanduk berisi informasi kajian bulanan di Masjid Balai Kota Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Spanduk itu mencantumkan Felix Siauw sebagai penceramah kajian jadwalnya digelar Rabu, 26 Juni 2019, pukul 11.00 WIB.
Dewan pengurus Korpri Pemprov DKI Jakarta selaku penyelenggara acara memberikan klarifikasi. Kajian tersebut akhirnya dinyatakan dibatalkan.
" Sudah kami batalin, dibatalin," ujar Sekretaris Dewan Pengurus Korpri Provinsi DKI Jakarta, Amiruddin, Selasa 25 Juni 2019.
Meski demikian, Amiruddin enggan menjelaskan alasan pembatalan tersebut. " Dibatalin aja, tanya Dikmental aja," ucap dia.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Biro Dikmental DKI Jakarta, Hendra Hidayat, belum memberikan keterangan resmi. Dia tidak bisa dihubungi baik melalui telepon maupun pesan tertulis.
Dream - Undangan berkop Dinas Pemberdayaan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk DKI Jakarta menjadi polemik di media sosial.
Penyebabnya, dalam daftar tamu undangan, muncul nama Muslimat Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).
Kelompok Muslimat HTI diminta menghadiri rapat pembahasan poster anti kekerasan perempuan dan anak, di Ruang Rapat lantai 5, Bidang PPPA, Dinas Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DPPAPP), Provinsi DKI Jakarta, Jumat, 14 Juni 2019, pukul 13.30 WIB.
Plt Kepala Kesbangpol DKI Jakarta, Taufan Bakri, mengatakan, rapat itu batal digelar. Penyebabnya, ada pihak yang mengkritisi dua organisasi yang diundang.
" Terkait adanya kritik terhadap dua organisasi yang diundang, maka kami membatalkan acara tersebut," kata Taufan, kepada Liputan6.com, Jumat, 14 Juni 2019.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang