Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pesta Kolam Renang Di Medan (Twitter @dionismee)
Dream - Pandemi Covid-19 belum juga mereda. Kasus baru bahkan terus bertambah. Tetapi, sudah ada warga yang nekat berkerumun dan menggelar pesta.
Fakta ini terekam dalam video yang viral di media sosial. Diketahui, video tersebut diambil di salah satu waterpark di Kota Medan, Sumatera Utara.
Video itu diunggah pertama kali pada akun Twitter @dionismee. Tampak kerumunan orang berendam di kolam renang dan berjoget mengikuti alunan musik digital dari atas panggung.
Mereka juga tampak mengabaikan protokol kesehatan untuk mencegah Covid-19. Seperti tidak memakai masker dan tidak jaga jarak.
" Enggak paham lagi nih sama manusia-manusia yang nganterin nyawanya dengan cara begini," cuit @dionismee.
GA PAHAM LAGI NIH SAMA MANUSIA-MANUSIA YANG NGANTERIN NYAWANYA DENGAN CARA BEGINI????????????
Lokasi: Hairos Waterpark, Medan.@laporcovid @jokowi
Aku dapat gambar ini dari story temenku dan udah izin dia. pic.twitter.com/CArRZgJrMv— Rizki Ramadhani Nst (@dionismee)September 28, 2020
Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Medan bereaksi dengan viralnya video tersebut. Gugus tugas menyatakan pesta dalam video tersebut melanggar protokol kesehatan.
Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Medan, Mardohar Tambunan, menyayangkan masih adanya masyarakat yang tidak peduli dengan protokol kesehatan. Padahal, pemerintah terus mengimbau agar masyarakat patuh dan disiplin protokol tersebut.
Mardohar juga mengatakan pihaknya segera menindak kasus ini. Pihaknya akan memanggil sejumlah pihak terkait untuk meminta keterangan mengenai peristiwa ini.
" Gugus tugas akan melakukan penelusuran terhadap kebenaran video ini. Gugus tugas juga akan memanggil camat. Jika terbukti benar, maka akan diberikan sanksi. Seperti apa sanksinya, nanti kami akan koordinasi dengan pihak kecamatan," kata Mardohar.
Sumber: Merdeka.com/Fatimah Rahmawati
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya