Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Masyarakat terus diimbau untuk tetap memathui protokol kesehatan, guna mencegah penyebaran wabah Covid-19 yang belum mereda. Bahkan beberapa waktu ini, masyarakat masih terus diawasi dan dilakukan razia jika tak memakai masker serta berkerumun.
Namun di tengah-tengah gencarnya imbauan tersebut, malah muncul foto para anggota Satgas Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 sedang pelesiran di sebuah pantai.
Foto tersebut diunggah oleh akun Facebook Nabil Asmanudin pada 26 September 2020.
Unggahan tersebut berupa tangkapan layar status WhatsApp bernama Endit, yang memperlihatkan foto sejumlah orang sedang di pantai, disertai dengan tulisan sebagai berikut " Asyiknya kebersamaan satgas covid kab Banyumas" .
Unggahan tersebut juga memperlihatkan tangkapan layar percakapan dengan Endit, pada percakapan tersebut ditanyai terkait protokol kesehatan sebagai petugas Covid-19.
" Masih menujukan sebagai manusia yg serba salah.
15 orang petugas covid ini tidak memakai masker/memakai tapi tidak benar.
Tidak juga menjaga jarak.
Piye jal....?"
Pertanyaan tersebut pun dibalas, yang menyatakan Covid-19 takut dengan panas dan laut.
" Kita harus bisa membedakan ketika berada. Ini suatu refreshing membuag kepenatan...
ini di laut Corona takut dengan panas dan air laut"
Unggahan tersebut kemudian diberi keterangan sebagai berikut:
" Ayo dolor - dolor sg wedi kenek corona serbu pantai terdekat dari kota anda. ternyata markonah wedi karo banyu segoro lor ????"

Benarkah Covid-19 takut dengan cuaca panas laut? Berikut faktanya yang dilansir dari Cek Fakta Liputan6.com
Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim Covid-19 takut dengan cuaca panas laut menggunakan Google Search dengan kata kunci 'Exposing yourself to the sun or temperatures protect covid-19'.
Penelusuran mengarah pada artikel berjudul " Coronavirus disease (COVID-19) advice for the public: Mythbusters" yang dimuat situs who.int.
Situs who.int menyebutkan, menjemur tubuh di bawah sinar matahari atau suhu yang lebih tinggi dari 25 ° C tidak melindungi dari Covid-19.
Anda dapat tertular Covid-19, tidak peduli seberapa cerah atau panas cuacanya. Negara-negara dengan cuaca panas telah melaporkan kasus Covid-19.
Penelusuran dilanjutkan dengan menghubungi Ahli epidemiologi Universitas Indonesia, Pandu Riono mengungkapkan, Covid-19 akan tetap hidup di dalam tubuh meski berada di laut atau pantai. Jika Covid-19 di luar tubuh sel virus cepat berlalu.
" Selama di tubuh manusia ya bertahan," kata Pandu saat berbincang dengan Liputan6.com.
Kepala Departemen Epidemiologi, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Dr dr Tri Yunis Miko Wahyono menambahkan, dengan kondisi panas dan di laut yang terdapat air garam Covid-19 bisa mati lebih cepat.
" Kalau suhu 40 drajat celcius dia mampu hidup 2 hari, kalau di bawah itu 36 drajat 3 hari. Kalau di lautan karena air asin tekanan lebih tinggi dari air biasa nggak bertahan lama," jelasnya.
Namun menurut Tri hal tersebut baru sebatas teori saja, belum ada literatur ilmiah yang menyebutkan Covid-19 takut dengan cuaca panas laut.
" Bisa matinya lebih singkat, tapi belum ada liratur tentang ini," tutupnya.
Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim Covid-19 takut dengan cuaca panas laut belum terbukti.
Secara teori Covid-19 bisa lebih cepat mati di tengah cuaca panas. Namun, belum ada literatur ilmiah yang membenarkan Covid-19 takut dengan cuaca panas laut.
Sumber: Liputan6.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya