Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Wadi Al-Salaam Di Najaf, Irak (Sumber: Www.amusingplanet.com)
Dream - Wadi Al-Salaam, kompleks pemakaman ini disebut-sebut sebagai yang terbesar di dunia. Wadi Al-Salaam yang berarti 'Lembah Kedamaian' merupakan lahan berisi jejeran kuburan Islam yang terletak di kota Najaf, Irak.
Kompleks pemakaman ini meliputi area seluas 1.485,5 hektar dan berisi jutaan jasad manusia. Najaf sendiri adalah salah satu kota terbesar di Irak dengan populasi sekitar 600.000 orang. Kota yang dijuluki 'kota orang mati' ini membentang hingga 10 km di sepanjang lembah.
Tak hanya menjadi yang terbesar, Wadi Al-Salaam juga merupakan satu-satunya pemakaman 'tua' di dunia yang masih terus digunakan hingga kini meski sudah ada sejak 1.400 tahun lalu.
Sebagian besar masyarakat Irak meyakini banyak jasad raja, pangeran dan sultan bersemayam di Wadi Al-Salaam. Bahkan ada yang menyebutkan bahwa Nabi Hud, Nabi Saleh, hingga menantu Rasulullah SAW, Ali bin Abi Thalib juga dimakamkan di tempat ini.
Di Wadi Al-Salaam, makam-makam dibangun menggunakan batu bata dan plester dengan tinggi berbeda-beda. Di antara kerumuman batu nisan, terdapat makam-makam sebesar rumah yang merupakan makam dari kalangan orang-orang kaya atau orang-orang berpengaruh di Irak. Makam mereka dibedakan dengan adanya kubah di bagian atas.
Adapula makam-makam bawah tanah yang dilengkapi tangga. Sementara makam-makam yang dibuat dari tahun 1930 hingga 1940-an memiliki ciri khas tersendiri, yakni menjulang sampai 10 meter dengan puncak membulat sehingga tampak lebih mencolok di antara makam-makam lainnya.
Selama perang Irak pada tahun 2003, kompleks pemakaman ini sering digunakan sebagai tempat bersembunyi dan menyergap musuh oleh para pejuang militan Irak.
Sementara pasukan Amerika kerap merasa kesulitan saat memasuki area tersebut karena pemakaman ini penuh jalur berliku dan makam-makam bawah tanah.
Efek dari perang tersebut, beberapa bagian dari makam ini hancur rata dengan tanah akibat gempuran tank-tank pasukan bersenjata. Sampai hari ini, tumpukan puing-puing makam bekas lindasan tank masih bisa disaksikan di Wadi Al-Salaam.
Seiring meningkatnya angka kematian akibat kekerasan yang melanda Irak selama bertahun-tahun, makam ini pun semakin meluas sebesar 40 persen hingga menjadi 3 mil persegi.
Jumlah kuburan terus bertambah setiap tahunnya, sejak tahun 2004. Pertama, sejak peristiwa perang melawan pasukan Amerika. Kemudian perang Sunni-Syiah antara tahun 2006 - 2007, dan terakhir pertempuran antara pemborantak dengan tentara Irak pada tahun 2008.
(Ism, Sumber: Amusing Planet)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya