Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Insert: Kara Allouzy (Twitter)
Dream - Keputusan menyekolahkan anak di sekolah Islam membawa seorang wanita Amerika Serikat memeluk Islam. Padahal keraguan sempat melanda wanita tersebut.
Kara Allouzi, 45 tahun, mengaku belum memeluk Islam ketika menikahi seorang pria muslim. Kara diberikan kebebasan memilih agama sesuai keinginannya.
Seiring dengan berjalannya waktu, perilaku suami dan anaknya berpengaruh besar pada cara pandang Kara.
" Saya dari Amerika, lahir dan besar sebagai orang Amerika. Saya menjadi muslim pada 1993," kata Kara seperti dikutip laman Onislam.net, Rabu, 22 April 2015.
Kara mengaku dirinya memang mulai mempelajari Islam ketika menikahi suaminya.
" Suami saya jadi sedikit contoh muslim yang baik. Dia tak pernah mendorong, memaksa, atau berperilaku seperti itu kepada saya," kisahnya.
Suatu ketika, suami Kara mengidap penyakit yang membuatnya harus dirawat di rumah sakit. Dalam sakitnya, sang suami berpesan agar anaknya disekolahkan di sekolah Islam.
Melihat kondisi suami yang sakit, Kara pun menuruti pesannya tersebut. Kebetulan ada sekolah Islam yang memang tengah membuka pendaftaran.
Batin Kara sebetulnya menolak menyekolahkan anaknya di sekolah Islam. Dirinya khawatir akan menjadi orang luar karena suami dan anaknya yang kemungkinan ikut memeluk Islam.
Namun hidayah justru menyapanya usai menyekolahkan anaknya tersebut. Sekolah yang dipilih Kara ternyata menyajikan keindahan sebuah agama.
" Begitu saya memasukan dia ke sekolah, saya menyaksikan betapa indahnya Islam," kata Kara.
Meski dipenuhi dengan moralitas yang bersandarkan pada kepercayaan Islami, hati Kara masih merasa belum lengkap. Kara pun memutuskan mencari petunjuk untuk memenuhi kehampaan tersebut.
" Orang tua membesarkan saya dalam lingkungan Kristen. Di saat yang sama mereka juga mengajarkan saya sebagai seorang muslim," katanya.
Dengan latar belakang itu, Kara mengaku selama ini sebetulnya dia hidup dalam lingkungan Islam. Namun dia mengaku kebingungan mencari Islam. Sekolah Islam anaknya-lah yang membuat dia tak lagi ragu untuk memeluk Islam.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya