Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
TikTok
Dream - Ongkos transportasi dari rumah ke kantor harus benar-benar diperhitungkan oleh para pekerja. Sebab, pengeluaran bakal membengkak jika jarak rumah dengan kantor terlalu jauh.
Jika jaraknya lumayan jauh, maka perlu alternatif untuk ke kantor supaya bisa menekan pengeluaran. Misalnya menggunakan moda transportasi massal yang harga tiketnya relatif masih murah. Usahakan mencari transportasi yang langsung dari rumah ke kantor, tidak berganti-ganti supaya murah.
Namun, bila tidak bisa menggunakan transportasi umum yang murah, maka kendaraan pribadi yang murah, seperti sepeda maupun motor bisa menjadi pertimbangan. Jika tidak menemukan alternatif, bisa dipastikan ongkos transportasi bakal besar apabila diakumulasikan dalam sebulan.
Dengarlah pengakuan pengguna TikTok dengan akun @shabiraayuri. Wanita itu mengungkap pengeluarannya untuk ongkos transportasi dari rumah menuju ke kantornya. Dia membuat video TikTok itu untuk menjawab pertanyaan netizen yang bertanya, " Kasih tahu gue berapa ongkos PP dari rumah ke kantor lo."
Shabira mengaku harus menggunakan transportasi online dari rumah ke kantornya. Apesnya lagi, jarak rumahnya dengan kantor lumayan jauh, sehingga tidak bisa mengorder ojek online, Mau tidak mau dia harus menggunakan sewa taksi online.
" Ini harganya masih naik turun," ungkapnya.
" Dan aku sudah enggak bisa pesan Gojek motor saking jauhnya," jelasnya.
Dalam video itu, Shabira menunjukkan tampilan aplikasi taksi online. Entah berapa jarak rumahnya ke kantor. Dalam peta online terlihat dia berangkat dari Gurubug, Banten, ke wilayah Jakarta Selatan.
Yang jelas dalam aplikasi itu tertera ongkos yang harus dibayar Rp114 ribu untuk sekali jalan. " Dan harga ini belum termasuk bayar tol," tambahnya.
" Jadi hitung saja aku sehari habis berapa," tutup tambah Shabira.
Bisa dibayangkan berapa pengeluarannya dalam sebulan hanya untuk transportasi dari rumah ke kantor.
Karena ongkos transportasi yang besar itu, Shabira akhirnya memutuskan untuk ngekos. Pilihan ini dianggap lebih rasional.
" Hi semua! Sebelum pandemu aku ngekos di daerah Cipete dan selalu MRT. Semenjak pandemi aku jadi stay di Karawaci," tulis dia.
" Dan aku enggak ngantor tiap hari ya (seminggu bisa 1-2 kali aja). But still," tambah dia.
Unggahan itu mendapat komentar dari banyak warganet. Banyak yang menilai pengeluaran itu tidak rasional.
" Sayang banget capek2 kerja duit dan waktunya cuma kebuang di perjalanan," tulis akun @oinkoink.
" Maaf mbak. Itu mah bukan masalah ongkosnya lagi. Itu badan pulang pergi remuk," komentar akun @Bad,one.
" Sebulan buat ongkos gojek 3,5 juta," akun Bibi Mbull ikut curhat.
@shabiraayuri ##stitch with @Kanjeng Ratu 🥲🥲🥲
♬ original sound - shabira ayuri
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya