Wapres Ma`ruf Amin: Tarif PDAM Terlalu Rendah

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 3 Desember 2019 07:00
Wapres Ma`ruf Amin: Tarif PDAM Terlalu Rendah
Tarif PDAM dinilai terlalu rendah.

Dream - Wakil Presiden, Ma'ruf Amin, mengatakan, Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) memasang tarif yang sangat rendah. Dia mencontohkan, tarif PDAM Jakarta dan Depok hanya Rp7.000 per meter kubik. Di Bogor, kata dia, bahkan hanya Rp4.500 per meter kubik.

" Dengan kondisi ini tidak mengherankan kalau 40 persen lebih PDAM mengalami kerugian karena tarif yang diberlakukan di bawah nilai full cost recovery (FCR)" kata Ma'ruf, dikutip dari , Senin 2 Desember 2019.

Menurut Ma'ruf, persoalan penentuan tarif berbagai proyek sistem penyediaan air minum (SPAM) merupakan salah satu kendala. Tarif PDAM permeter kubik di berbagai daerah seringkali tidak ditentukan berdasarkan kriteria ekonomis, namun populis dan kadangkala politis.

" Tanpa disadari hal ini membebani masyarakat yang harus membeli AMDK sebagai sumber air minum utama dengan harga yang sangat mahal," ucap dia.

1 dari 2 halaman

Harga AMDK Rp2 Juta per Meter Kubik

Ma'ruf berharap pengaturan dan pengelolaan penyediaan air minum aman melalui SPAM untuk masyarakat punya skema kerja investasi pemerintah dengan pihak lain secara ekonomi dapat dilakukan.

Sehingga, kata dia, kerja sama tersebut jadi solusi perluasan cakupan layanan air minum yang aman bagi masyarakat.

Ma'ruf mengatakan, survei sosial ekonomi nasional BPS, Maret 2019, rumah tangga mengalami ketergantungan air minum dalam kemasan (AMDK) sebagai sumber air minum utama mencapai 38,28 persen.

" Padahal harga AMDK ini mencapai rata-rata Rp2 juta per meter kubiknya," kata dia.

 

2 dari 2 halaman

Akses Sarana Sanitasi

Selain menyinggung kondisi PDAM, Ma'ruf juga menjelaskan kualitas dan kuantitas sumber air baku di Indonesia perlu ditangani sungguh-sungguh. Berdasarkan status mutu air sungai di Indonesia yang tersebar di tiap-tiap provinsi, 58 persen kondisi air sungai masuk kategori tercemar sedang dan berat.

" 58 persen kondisi air sungai di Indonesia jadi kategori tercemar sedang dan berat," kata dia. Sebab itu, dia meminta publik harus segera menanganinya.

Begitu pula dengan akses terhadap sanitasi. Menurut dia, akses terhadap sarana sanitasi telah mencapai 75 persen.

" Namun permasalahan sanitasi tidaklah semata akses terhadap sarana sanitasi, tetapi lebih jauh lagi bagaimana kita mengelola limbah manusia di kawasan permukiman," ujar dia.


Sumber:

Beri Komentar
Rumah Emas Selamat dari Tsunami, Ini Amalan Sang Pemilik