Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Kedai Rukab Ice Cream (Foto: Twitter)
Dream - Palestina dan Israel memang terlibat dalam konflik panjang. Korban jiwa sudah tak terhitung jumlahnya.
Tetapi, di Ramallah tidak terlihat adanya konflik. Bahkan, warga Israel sampai rela menyusup perbatasan ataupun menggunakan paspor palsu untuk bisa masuk ke kota di Tepi Barat itu.
Ternyata, mereka begitu tergila-gila dengan es krim Rukab. Kedai Rukab Ice Cream itu menjual berbagai varian rasa panganan manis.
Es krimnya sangat melegenda. Rasa dan teksturnya yang enak bak keju meleleh membuat orang-orang Israel nekat menyusup ke Palestina.
Kedai Rukab Ice Cream beroperasi sejak 1941. Kedai ini hanya buka di malam hari.
"Kakek saya membuka kedai ini pada 1941, tapi beliau sudah menjual es krim dorong jauh sebelum itu. Ayahnya bekerja di kebun jeruk di Jaffa dan meninggal secara tiba-tiba. Kakek saya masih berusia 15 tahun saat itu dan keluarganya harus berjuang keras memenuhi kebutuhan sehari-hari," ucap Jimmy.
Rasa lezat es krim ini karena menggunakan mastic, ekstrak pohon damar. Mastic di kedai ini diimpor dari Pulau Chios di Yunani.
Pemilik Rukab Ice Cream, Jimmy Rukab, mengatakan kedai yang dioperasikan merupakan warisan turun menurun keluarganya.
"Ibunya (nenek buyut Jimmy) punya resep es krim Turki menggunakan resin mastic. Dia membuat sekaleng es krim setiap hari, dijual di pinggir jalan. Semuanya berawal dari kebutuhan untuk bertahan hidup," kata Jimmy mengenang.
Kedai Rukab Ice Cream berlokasi di sudut jalan dengan neon warna merah jambu menyala di atas toko. Mengenai para penyusup, Jimmy punya cerita lain.
"Kadang-kadang ada sekelompok orang Israel yang menyelusup ke Ramallah dengan paspor Kanada palsu. Mereka cuma ingin membeli es krim di sini," ucap dia.
"Mereka mencoba untuk berpura-pura, saya tetap bisa mengenali aksen khasnya," ucap dia.
Meski kerap didatangi warga dari Israel dan Palestina, kedai milik Jimmy tetap tak luput dari serangan tentara. Jimmy menunjukkan 30 bekas tembakan peluru karet dan amunisi di berbagai sudut kedainya.
(Beq/Sumber: Liputan6.com/Afra Augesti)
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Apa yang Terjadi Jika Semua Hutan di Bumi Hilang? Bukan Cuma Hewan, Kehidupan Manusia Ikut Terancam

Buah Kalengan Ternyata Bisa Menyehatkan, tetapi Perhatikan 2 Hal Ini Sebelum Membelinya
