Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pendiri Makam Giri Saptohudoyo, Yani Saptohudoyo (kiri) (Foto: Dream.co.id/Arini Sa'adah)
Dream - Selain memiliki makam Raja-Raja Mataram, Yogyakarta juga semakin menarik perhatian dengan keberadaan makam khusus seniman.
Yani Saptohudoyo, pendiri Makam Giri Saptohudoyo mengatakan keberadaan makam khusus seniman ini adalah satu-satunya di Indonesia.
Hal itu ia sampaikan saat menghadiri Konferensi Pers bertajuk Dari Jogja untuk Indonesia di Amaranta Hotel Yogyakarta, Jumat, 9 Juni 2023.
Bersama suaminya, almarhum Saptohudoyo, Yani menginisiasi adanya makam khusus seniman. Makam ini diberi nama ‘Makam Giri Saptohudoyo’.
Saptohudoyo sendiri dikenal sebagai pelukis kenamaan Indonesia yang semasa hidup dengan Basuki Abdullah dan Affandi.
Ide pembuatan makam itu muncul setelah keduanya berkeliling Indonesia untuk mengumpulkan barang-barang seni dan budaya.
Yani mengatakan, seniman dan budayawan juga berjasa untuk kemerdekaan Indonesia. Menurutnya, para seniman telah berjasa dengan membuat lagu-lagu yang membangkitkan semangat juang.
“ Dimana-mana ada makam pahlawan, tapi mengapa tidak ada makam untuk seniman dan budayawan? Padahal para seniman terdahulu juga berjasa untuk kemerdekaan Indonesia dengan menciptakan lagu-lagu dan lain sebagainya,” kata Yani Saptohudoyo.

Kemudian Yani bersama almarhum sang suami meminta izin kepada Sultan Yogyakarta untuk membuat makam khusus seniman di sebelah makam raja-raja di Imogiri.
“ Meminta ijin kepada Sultan untuk bangun makam khusus seniman di sebelah makam raja-raja di Imogiri,” lanjutnya.
Setelah membuat Makam Giri Saptohudoyo dengan swadaya sendiri, Yani mengatakan kini sudah ada 60 seniman besar Indonesia yang dimakamkan di sana. Seperti ari-arinya WR. Soepratman, Kusbini, L. Manik, Gundala dan lain sebagainya.
“ Semua seniman Indonesia boleh dimakamkan di situ, inilah mengapa di depan makam ada simbol pelangi yang artinya bahwa seniman itu berasal dari beragam latarbelakang,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu hadir pula Ketua Yayasan Warisan Budaya Mataram Pleret Nurdiantoro yang menyampaikan kerja-kerja sejarah dan kebudayaan di wilayah Pleret Yogyakarta. Konferensi pers berjalan lancar dengan banyak pertanyaan yang dilontarkan dari wartawan berbagai media.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya