Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Riski Dan Fatima, Pasangan Suami Istri Pedagang Bakso Dan Es Kelapa Muda Pergi Umrah (nu.or.id)
Dream - Umrah merupakan cita-cita bagi para Muslim. Tetapi, tidak semua Muslim mampu mewujudkan cita-cita tersebut.
Seperti yang dialami oleh pasangan suami istri Riski, 50 tahun dan Fatima, 40 tahun. Pasangan yang berprofesi sebagai pedagang bakso dan es kelapa muda asal Jember ini sampai menyisihkan pendapatan selama 15 tahun.
Pasangan yang merupakan warga RT 4 RW 1 Desa Kajar, Kecamatan Tenggarang itu akhirnya berangkat umrah pada 6 Desember lalu. Riski mengatakan, dia dan istrinya akan menjalankan umrah selama 20 hari, dengan 5 hari di Madinah dan 15 hari di Mekah.
" Saya tidak punya gaji bulanan, bukan pegawai negeri. Tidak punya juga, apa yang mau dijual. Jadi, hasil jualan ini saya tabung," ujar Riski, dikutip dari nu.or.id, Jumat, 12 Januari 2016.
Setiap hari, Riski dibantu Fatima menggelar dagangan di pinggir jalan di Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, Jawa Timur.
© Dream
Dia menjual bakso seharga Rp5 ribu per porsi dan es kelapa muda seharga Rp6 ribu per mangkok.
Saat musim kemarau, es kelapa muda mereka cukup banyak diminati. Dalam sehari, Riski dan Fatima mampu menjual 100 hingga 125 butir kelapa dengan harga Rp6 ribu per butir. Sementara mereka mengulak kelapa dengan harga Rp2 ribu per butir.
Bapak dua anak ini mengatakan, awalnya dia memiliki tabungan sekitar Rp5 juta. Setelah berbicara dengan istrinya, keduanya memutuskan menggunakan uang itu untuk membuka rekening umrah.
" Saya buka rekening di bank," kata Riski.
Selanjutnya, Riski tidak setiap hari menyetor tabungan. Dia dan istrinya mengumpulkan uang dulu dalam beberapa hari, hingga ada Rp500 ribu-Rp700 ribu.
" Saya kumpulkan dulu selama beberapa hari. Empat hari atau lima hari, saya tabungkan ke bank BRI Cabang Tenggaran dekat pasar itu sebesar Rp500 ribu atau Rp700 ribu. Itu untuk dua orang," kata Riski.
Dengan niat kuat dan penuh ketekunan, pasangan ini akhirnya bisa berangkat ke Tanah Suci. " Semua itu niat hati, Insya Allah bisa berangkat. Ini buktinya, saya berangkat umrah," ucap Riski.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya