Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Penghargaan Ramon Magsaysay (covalpost.com)
Dream - Lembaga amil zakat Dompet Dhuafa mendapat penghargaan bergengsi dari Dewan Pengawas Ramon Magsaysay Award Foundation (RAMF). Dompet Dhuafa menjadi satu-satunya lembaga amal di Indonesia yang mendapat Magsaysay Award tahun ini.
“ Penerima Magsaysay 2016 adalah Dompet Dhuafa, dari Indonesia,” demikian pengumuman RMAF melalui keterangan tertulis diterima Dream, Jumat, 29 Juli 2016.
“ Organisasi ini diakui berhasil menjalankan praktik filantropi berbasis zakat di Indonesia, menyebarkan potensi iman Islam untuk mengangkat derajat jutaan manusia, terlepas dari persoalan keyakinan.”
Selain Dompet Dhuafa, penghargaan bergengsi di Asia ini juga diberikan kepada pengacara sekaligus aktivis anti-korupsi dari Filipina, Conchita Cario Moralez; LSM Japan Overseas Cooperation Volunteers dari Jepang; Vientiane Rescue dari Laos; Aktivis Sosial India, Bezwada Wilson; serta Seniman sekaligus aktivis Thodur Madabusi Krishna.
Presiden RMAF, Carmencita Abella, mengatakan, para penerima penghargaan Ramon Magsaysay 2016 dinilai berhasil memecahkan pelbagai persoalan sosial yang mengakar di masyarakat masing-masing.
" Jelasnya, mereka menciptakan solusi bulat untuk mengatasi persoalan sosial di masyarakat, persoalan yang menjebak masyarakat dalam kemiskinan, kebodohan, prasangka, dan sistem yang tidak adil," kata Abella.
Dia menambahkan, perjuangan para penerima penghargaan yang tidak mengenal lelah membuat dunia terkagum. Meski dengan sumber daya sedikit, kata Abella, mereka menolak untuk menyerah.
" Pendekatan yang mereka pakai bertumpu pada penghormatan pada martabat manusia, dan perwujudan iman dalam bentuk usaha kolektif," ucap dia.
" Kita harus banyak belajar dari para peraih penghargaan Magsaysay 2016, dan harus merayakan keagungan dari spirit mereka," kata Abella.
Ramon Magsaysay merupakan penghargaan yang diberikan kepada para pihak yang dinilai telah memberikan kontribusi bagi kehidupan.
Pada tahun-tahun sebelumnya, penghargaan ini pernah diraih oleh beberapa tokoh Indonesia seperti Jurnalis Mochtar Lubis dan Sastrawan Pramodya Ananta Toer serta Cendekiawan Ahmad Syafii Maarif.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya