Iron Man Bali: Jika Bohong, Saya Siap Terima Karma

Reporter : Eko Huda S
Senin, 25 Januari 2016 12:03
Iron Man Bali: Jika Bohong, Saya Siap Terima Karma
"Kalau saya bohong, bagi orang Bali itu ada karmapala. Biar saya menanggung karmapala itu kalau saya berbohong," tutur Tawan.

Dream - I Wayan Sumardana tak mau ambil pusing dengan tudingan sejumlah netizen yang menyebut robot tangan buatannya hanya sebuah kabar bohong (hoax). Bagi pria yang karib disapa Tawan itu, yang penting alat ini telah membantunya kembali memutar roda ekonomi keluarganya.

" Terserah orang mau bilang apa. Yang pasti alat ini membantu saya kembali bisa bekerja dan mengais rezeki untuk istri dan anak saya," tutur Tawan di Bali, Minggu 23 Januari 2016.

Dia mempersilakan siapapun yang ingin mengecek kebenaran alat itu. Dia ingin meyakinkan publik bahwa dirinya tidak berbohong soal robot yang dia ciptakan dari rongsokan itu.

" Silakan kalau mau dicek alat ini. Ngapain saya bohong," ujar dia.

Bapak tiga anak ini bahkan berujar siap menanggung dosa jika apa yang dia katakan soal robot ini hanya bualan belaka.

" Kalau saya bohong, bagi orang Bali itu ada karmapala. Biar saya menanggung karmapala itu kalau saya berbohong," tutur Tawan.

(Laporan Barry Putra, Bali) 

1 dari 5 halaman

Tangan Robot `Iron Man` Bali Dirusak Peneliti

Dream - Nahas dialami I Wayan Sumardana alias Tawan, manusia robot asal Bali yang dijuluki Iron Man. Sejak namanya melambung berkat temuan tangan robotnya, ia didatangi sejumlah peneliti. Tak sedikit yang bangga dengan karya Tawan. Namun, banyak juga yang meragukan. Ia pun mempersilakan pihak-pihak berkepentingan untuk meneliti alatnya.

Sayang, penelitian itu justru membawa petaka bagi Tawan. Betapa tidak, alat robotiknya justru rusak, tak bisa digunakan lagi.

" Alat saya rusak, terutama yang di kepala. Tidak bisa digunakan lagi," kata Tawan, Minggu kemarin 23 Januari 2016.

Kemarin siang, cerita Tawan, alat robotik yang dirakitnya dari barang rongsokan itu diteliti oleh beberapa ahli dari beberapa universitas di Bali yang berkunjung ke bengkel lasnya.

Ia pun mempersilakan mereka untuk melihat alat yang dibuatnya selama dua bulan sejak tangannya mengalami kelumpuhan pada enam bulan lalu itu. Tawan pun tak mempersoalkan tangan robotiknya untuk diteliti. Namun, usai diteliti alatnya justru tak bisa difungsikan lagi.

" Kesal saya nggak bisa dipakai lagi. Tadi diteliti sama ahli-ahli, malah rusak. Saya tidak bisa bekerja lagi," ucap Tawan.

Tawan kini tak bisa kembali bekerja akibat alatnya rusak. " Saya tidak bisa bekerja. Bagaimana nasib anak istri saya. Saya hancurin saja lama-lama alat ini," ujarnya. (Ism, Laporan: Berry Putra, Bali)

2 dari 5 halaman

Disebut 'Hoax' di Sosial Media, Ini Kata Iron Man Bali

Dream - I Wayan Sumardana, 'Iron Man' dari Bali rupanya sadar akan resiko kontroversi hasil karyanya menciptakan tangan robot.

Sebagai masyarakat biasa yang tergolong miskin, pria yang karib disapa Tawan itu sadar alat yang diciptakannya dari barang rongsokan itu akan menjadi perdebatan publik.

Ia merendah. Ia meminta agar jurnalis tak lagi mewartakan hasil karyanya. Alasannya, ia takut temuannya itu menyinggung hati ilmuwan di bidang robotik.

" Sudah, jangan diberitakan lagi. Wartawan senang sekali memberitakan saya. Kalau diberitakan terus, nanti orang pintar di luaran sana sakit hati," kata Tawan, Sabtu 23 Januari 2016.

Tawan mengaku memang tak pantas disebut sebagai penemu alat tersebut. " Saya ini orang bodoh, miskin. Nilai saya (di sekolah) jelek, nol semua," ucapnya merendah.

Tawan mengaku hasil temuannya bukan karya brilian. Jika mau berselancar di dunia maya, ia melanjutkan, maka akan banyak ditemukan tangan robot seperti yang dipakainya membantu menggerakkan tangan kirinya itu.

" Cek saja di internet. Ada banyak yang jual tangan seperti ini. Sebentar saya perlihatkan," kata Tawan sembari memperlihatkan tangan robotik yang dijual online itu.

Kendati mengaku hasil temuannya bukan karya brilian, namun ia siap membantu siapapun yang menderita seperti dirinya. Tawan siap merakitkan tangan robot seperti miliknya. Syaratnya satu, kita yang menyiapkan segala onderdilnya.

" Saya siap rakitkan. Apalagi kalau tujuannya sosial," kata dia.

(Laporan Berry Putra, Bali)

3 dari 5 halaman

Ahli Ragukan Tangan Robot 'Iron Man' dari Bali

Dream - I Wayan Sumardana dijuluki manusia robot. Itu setelah ia mampu merakit sebuah alat yang digunakannya untuk bisa menggerakkan tangan kirinya yang mengalami kelumpuhan sejak enam bulan lalu.

Alat dan besi rongsokan yang dirakit dipasang mulai punggung hingga tangan kirinya. Hanya alat sensor otak yang dipasang di kepalanya dibeli baru dari Amerika Serikat melalui situs jual beli online.

Dengan alat rakitannya itu, tangan kiri Sumardana alias Tawan kini bisa kembali digerakkan. Ia kembali mengais rezeki untuk menghidupi keluarganya. Sejak diekspose besar-besaran, tangan robot Tawan menuai pujian.

Namun tak sedikit yang meragukan temuannya itu. Bahkan, adanya menyebut itu hoax alias bohong. Ahli robot dari STIMIK Primakara Bali, Nur Khakim yang sempat melihat dari dekat tangan robot Tawan bekerja juga menemukan kejanggalan.

Di antaranya desain persendian tangan yang tidak memenuhi syarat mekatronika sebuah lengan robot karena persendian lengannya longgar.

" Kelihatan waktu dia sedang memasang lengannya. Tapi anehnya respon ke pergerakan tangannya cepat dan pasti tanpa ada kesalahan gerak. Gear Box " tangan robot" Tawan tidak terkunci, bisa dibongkar pasang, bahkan dengan kecepatan putar tertentu bisa lompat dan lepas. Gerakannya cepat, mulus dan biologis tidak menampakkan gerakan robotic mekanik," papar Kharim, Sabtu 23 Januari 2016.

Nur Khakim menilai sensor EEG yang diklaim Tawan bisa mengendalikan pergerakan tangan robotnya tidak lebih dari sebuah mainboard CDROM bekas yang ditempel di bagian belakang kepalanya.

Mainboard yang diklaim sebagai pusat kendali utama terbuat dari mainboard bekas MP3 player dan mouse bekas. Ia mengaku masih banyak lagi kejanggalan yang tak bisa dikupasnya saat ini.

Kendati begitu, bagi Nur Kharim, poin yang menarik dari sosok I Wayan Sumardana adalah semangatnya untuk melawan penyakit stroke yang mengakibatkan tangan kirinya lumpuh dan ide Tawan untuk menciptakan sebuah tangan robot, yang apabila berhasil diwujudkan tentu sangat bermanfaat bagi banyak orang.

" Hebatnya, hanya berbekal informasi dari internet dan ilmu yang diperolehnya selama bersekolah, Tawan mencoba merakit tangan robot dengan bahan seadanya dari barang bekas," pujinya.

Selain tak patah semangat dan cita-citanya sederhana, yakni bagaimana agar dia bisa kembali bekerja mengelas setiap hari seperti biasanya. Tanpa disadari tangan kirinya yang tadinya lumpuh nampak mulai bisa bergerak dengan ditopang oleh tangan robot ciptaannya.

Untuk itulah, Nur Khakim memandang ide orisinil Tawan tetaplah sebuah ide yang brilian. Sehingga Inkubasi Bisnis STIMIK Primakara Bali berminat untuk membantu mewujudkan ide brilian I Wayan Sumardana membuat tangan robot yang sesunggguhnya, agar tangan robot tersebut bermanfaat bagi banyak orang yang kebetulan mengalami problem yang sama. 

" Kami besedia membantu meredesain tangan robot Tawan dengan menggunakan berbagai motor servo, gearbox yang disesuaikan dengan posisi sendi bahu, siku pergelangan tangan dan jari yang diperkuat dengan penopang hidrolis. Sensor Gyroscope accelerometer untuk mengontrol pergerakan lengan kearah sumbu X,Y,Z, Myo sensor untuk mengontrol pergerakan gestur lengan, dan Mikrokontroler untuk mengendalikan semua fungsi tangan robot tersebut," janjinya.

(Laporan Bobby Andalan, Bali)

4 dari 5 halaman

Sempurnakan Tangan Robot, `Iron Man` Bali Butuh Dana Rp 3 Juta

Dream - I Wayan Sumardana. Inilah pria berjuluk manusia robot. Sejak tangan kirinya lumpuh, pemuda kelahiran 1984 ini membuat alat bantu. Dengan bantuan alat itu, tangan yang semula tak dapat digerakkan itu bisa kembali digunakan untuk bekerja. Kini dia dijuluki `Iron Man` Indonesia. 

Sumardana merakit sendiri alat bantu itu. Dia gunakan besi bekas alias rongsokan. Maklum, dia adalah tukang las. Sehingga besi bekas bisa mudah dia dapat. Dengan keahlian itu, kemudian dia rakit. Menyerupai robot.

Kendati tangan kiri sudah bisa dipakai untuk bekerja, Sumardana mengaku robot yang dipasang itu belum sempurna. Terutama di bagian jari. Dia kini berupaya menyempurnakan alat tersebut.

“ Kekurangannya di jari saja. Masih kurang alatnya, jadi belum sepenuhnya sempurna. Alatnya ada untuk menggerakkan jari,” kata Sumardana, saat ditemui di bengkelnya di Desa Nyuh Tebel, Kecamatan Manggis, Karangasem, Bali, Rabu 20 Januari 2016.

Menurut dia, dua jari tangan kirinya, yakni jari manis dan kelingking, hingga kini belum bisa digerakkan.

“ Saya baru mengandalkan tiga jari saja. Biasanya jari selalu berlima, ini cuma tiga. Kasihan yang dua,” jelas bapak tiga anak ini.

Untuk menyempurnakan alat itu, Sumardana mengaku butuh dana Rp 3 juta lagi. Masih ada 10 alat untuk menggerakkan jari. Harganya sekitar Rp 300 ribu perbiji. “ Itu yang termurah. Ada yang mahal yang lebih canggih,” jelas Sumardana.

Tekat menyempurnakan alat ini sudah bulat. Sebab, hingga kini belum ada tanda-tanda tangan yang lumpuh itu akan sembuh.

“ Saya mau menyempurnakan lagi alat robotik saya biar lebih maksimal. Saya sudah putus asa. Keajaiban untuk sembuh semakin ditunggu semakin tidak ada,” tambah dia.

(Ism) 

5 dari 5 halaman

`Iron Man` Bali Bikin Dunia Kagum

Dream - Nama I Wayan Sumardana tak hanya ramai dibincangkan masyarakat di tanah air. Pria asal Bali yang membuat tangan robot ini juga menjadi topik hangat di sejumlah media asing.

Laman parodi dunia, 9Gag.com, mengunggah gambar Sumardana dengan judul " The Real Iron Man-Create Robot from Scraps" .

Dalam foto itu terlihat pria yang karib disapa Tawan itu tengah duduk di bengkel. Tangan kirinya mengenakan robot yang dia ciptakan.

Di bawah foto itu terdapat keterangan yang merupakan kisah pendek Tawan. " Ini adalah Tawan, Iron Man sungguhan dari Bali, Indonesia," demikian tulisan di awal keterangan itu.

" Dia hidup bersama seorang istri dan tiga anak dalam kondisi miskin. Dia bekerja sendiri di sebuah bengkel las. Sekitar enam bulan lalu, tangannya lumpuh. Dokter mendiagnosa dia mengidap stroke."

Dan yang unik, di bawah caption itu terpampang gambar Robert Downey Jr, si pemeran Mr Stark dalam film Iron Man. " Salut" demikian tulisan pad agambar Downey, yang tengah memegang gelas itu.

Iron Man Bali Bikin Dunia Kagum© 9gag.com

Kisah yang diunggah 9Gag.com itu menarik simpati pengguna internet dunia. Baru 1 jam diunggah, gambar itu telah mendapat 71 ribu like.

Gambar itu diunggah ulang oleh netizen. Dan kekaguman serta dukungan untuk Tawan terus mengalir di dunia maya.

Banyak netizen yang kagum dengan Tawan. Meski dibelenggu kemiskinan, tak membuat otaknya tumpul. Bahkan bisa melakukan sesuatu yang mungkin di luar akan kebanyakan ora

Beri Komentar