Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Umi Inah, Tunanetra Pengajar Mengaji (dompetdhuafa.org)
Dream - Umsi, sudah tak lagi muda. Usianya 60 tahun. Selama ini dunia sangat gelap dipandangannya. Umsi memang telah lama menderita tunanetra. Tetapi, kondisi itu tidak menghalangi janda tiga anak ini untuk beraktivitas sebagai guru mengaji.
Wanita yang akrab disapa Umi Inah ini telah ditinggal suaminya terlebih dahulu tiga tahun silam. Dan suaminya pun menderita tunanetra.
Semasa hidup, Umi Inahdan suaminya menjadi pengajar mengaji di sebuah majelis taklim di Kampung Cadas, Desa Putat Nutug, Ciseeng, Bogor. Majelis taklim tersebut beranggotakan ibu-ibu setempat.
Setelah sang suami meninggal, Umi Inah tinggal sendiri. Dia lantas memutuskan untuk tinggal bersama anaknya, sementara rumahnya diwakafkan untuk majelis taklim.
" Umi udah tua, rumah ini lebih baik dijadikan tempat majelis biar lebih bermanfaat bagi banyak orang. Umi ingin berbagi ilmu ke sesama meski ilmu Umi pun sangat sedikit," ujar Umi Inah.
Meski sendirian, Umi Inah tidak pernah sekalipun absen dalam mengajar mengaji. Setiap dua kali dalam sepekan, dia mengisi pengajian ibu-ibu setempat.
Di luar aktivitas mengajarnya, Umi Inah kerap menyibukkan diri dengan membuat kerajinan berupa anyaman tikar pandan. Kadang, hasil anyaman tersebut dijual dan sebagian dipakai untuk alas waktu majelis taklim.
Kiprah Umi Inah membuat warga sangat kagum. Di usia yan tidak lagi terbilang muda, Umi Inah masih istiqomah dalam berdakwah.
" Umi Inah itu orangnya rajin, baik, meskipun kondisi fisiknya sangat terbatas. Kami bahagia dan bangga bisa diajar mengaji sama beliau. Sangat bermanfaat setiap ilmu yang disampaikan untuk kami semua," kata salah satu anggota majelis taklim.
Sumber: dompetdhuafa.org
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya