Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Bisa melaksanakan ibadah umrah merupakan impian setiap Muslim. tak terkecuali seorang guru mengaji. Saat orang terlalu lama berpikir mencari uang jutaan rupiah untuk meluluskan niat, seorang wanita rela mengumpulkan kepingan uang receh sebagai biaya umrah.
Adalah Ibu Erliyati, seorang guru mengaji di Palembang, Sumatera Selatan. Selama empat tahun dirinya tekun mengumpulkan recehan. Hingga terkumpul uang Rp 1 juta. Uang recehan itu dia simpan dalam buku tabungan haji.
" Ibu Erliyati ini mengumpulkan uang receh, benar-benar uang koin (dengan total nilai) Rp1 juta selama empat tahun," kata Corporate Secretary BNI Syariah, Endang Rosawati, dalam acara " Press Conference Kinerja BNI Syariah Triwulan I dan Program Ibu Guru Hasanah" di kantor BNI Syariah, Jakarta, Rabu, 20 April 2016.
Niat tulus dari recehan uang itu berbuah kebahagiaan. Erliyati memenuhi niatnya menyambangi Rumah Allah, di Mekah.
Endang mengatakan Erliyati adalah salah satu guru yang terpilih untuk berangkat ke Tanah Suci lewat program Umrah Ibu Guru Hasanah. Ini program untuk para guru yang bisa berangkat umrah secara cuma-cuma.
Tahun ini, BNI menetapkan enam orang guru yang diberangkatkan lewat program tersebut.
Selain Erliyati, para pendidik yang akan menyapa Baitullah adalah seorang guru madrasah, Upi Komariyah. Upi merupakan seorang guru di sebuah madrasah di daerah Lebak, Banten.
Perjuangan Upi sebagai guru dijalani dengan ikhlas. Wanita kelahiran 1985 ini berjalan kaki hingga 3 kilometer untuk tiba ke sekolahnya. Jangan pernah bayangkan berapa penghasilan yang diterima.
Upi saban bulan cuma menerima bayaran sebagai guru sebesar Rp 250ribu-300 ribu. Itu pun tidak diterimanya setiap bulan.
" Keenam guru ini akan diberangkatkan tanggal 21 April 2016," kata Endang.
Sekadar informasi, program " Umrah Ibu Guru Hasanah" ini merupakan kerja sama antara BNI Syariah, NRA Tour and Travel, dan Yayasan Hasanah Titik. Program ini berlangsung dari 22 Desember 2015-7 Januari 2016 di mana setiap pembukaan tabungan BNI baitullah iB Hasanah sebesar Rp500 ribu, akan disisihkan Rp5 ribu untuk memberangkatkan Ibu Guru Hasanah. Tanggal 21 April dipilih sebagai apresiasi atas semangat Kartini maupun pahlawan pergerakan wanita lainnya.
Tidak sembarang guru yang terpilih program umrah ini. Ada beberapa kriteria, seperti perjuangan mengajar guru, penghasilan guru, lama mengajar guru, dan kondisi sekolah tempat dia mengajar.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya