Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Yonghua Zheng (www.zimbio.com/)
Dream - Sosok Yonghua Zheng mungkin sudah tak asing lagi bagi masyarakat muslim di Qinyang City, provinsi Henan, China. Dia adalah salah satu imam perempuan di sana.
Di provinsi Cina tengah, Henan, pemandangan seorang muslimah memimpin salat jamaah muslimah di sebuah masjid 'khusus' bukan hal aneh. Zheng salah satunya, ia biasanya memimpin ibadah dan mengajarkan nilai-nilai Islam untuk jamaah masjid di provinsi Henan.
Peneliti Shui Jingjun, yang juga seorang muslim dari etnik Hui, imam perempuan dimulai pada dinasti Qing sekitar pertengahan abad ke-18.
Selama beberapa dekade terakhir, perempuan muslim telah memimpin dan mengajarkan nilai-nilai Islam untuk jamaah masjid muslimah di provinsi Henan.
Ia memimpin semua salat di masjid wanita, kecuali salat jenazah. Dalam salat, imam perempuan tidak boleh memimpin jamaah laki-laki. Imam perempuan hanya boleh memimpin salat jamaah perempuan di masjid khusus perempuan.
Meskipun mampu mengajar dan memimpin doa serta salat untuk jemaah perempuan, mereka dilarang ikut ritual pemakaman atau mencuci mayat laki-laki sebelum penguburan.
Tidak Mudah
Meskipun imam perempuan bukan hal baru bagi muslim di China, menemukan generasi baru perempuan yang bisa menjadi imam salat tidaklah mudah.

Menjadi imam perempuan memerlukan keahlian khusus, diharuskan memiliki pengetahuan sangat mendalam dan menyeluruh mengenai agama dan memiliki kepercayaan diri dan tanggung jawab untuk memenuhi panggilan ini.
Menurut data resmi, Cina memiliki 20 juta Muslim, sebagian besar dari mereka terkonsentrasi di daerah-daerah dan propinsi-propinsi Xinjiang, Ningxia, Gansu, dan Qinghai.
(Sumber: Onislam.net)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya