Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
(UGM.ac.id)
Dream - Sabun mandi selama ini dikenal terbuat dari minyak atau lemak. Namun, sabun kreasi mahasiswa UGM ini berasal dari limbah lumpur geothermal.
Sabun ini diciptakan oleh empat mahasiswa jurusan Teknik Kimia UGM, yaitu Radinda Blan Zaqina, Salma Inayatun Farida, Fariz Azwar Azri, dan Rakan Romi Arsalam. Sabun yang diberi nama Santher (Sabun Geothermal).
Lumpur geothermal yang merupakan bahan baku dari Santher ini memiliki kandungan mineral yang bermanfaat bagi kulit, yaitu silika 26,0449 ppm dan sulfur 9,9979 ppm.
Silika bermanfaat membuat kulit lembut sedangkan sulfur mengandung antibakterial serta anti jamur sehingga bisa digunakan untuk mengobat penyakit kulit seperti bekas luka, jerawat dan ketombe.
" Manfaat lain dengan adanya Santher ini bisa memajukan potensi wisata kawasan geothermal serta menciptakan produk khas yang dapat mencirikan kawasan geothermal," kata Radinda dikutip Dream dari laman UGM.ac.id, Senin 8 Juni 2015.
Proses pembuatan Santher menggunakan lumpur limbah geothermal dari kawah Sikidang di Dieng, Wonosobo. Namun, kandungan ion logam yang ada di lumpur sudah dihilangkan.
Lumpur ini kemudian dicampur dengan NaOh, VCO, dana aroma kemudian diaduk dan diperam selama 2 minggu. Sabun ini cukup aman karena telah melalui sejumlah pengujian, seperti EDX dan stabilitas.
" Sabun ini punya tingkat kadar air dan kadar asam lemak bebas sesuai dengan baku mutu sabun mandi di Indonesia," katanya.
Tantangan terbesar dalam penelitian mereka adalah membuat komposisi sabun yang tepat sehingga serbuk lumpur yang berkhasiat bisa tersebar merata dalam sabun.
Selain itu, diperlukan pula pemahaman karakteristik kimia dan fisika agar membuat sabun beraroma wangi, tidak berbau belerang yang menyengat. Setelah melewati sejumlah proses sabun ini akhirnya berhasil dibuat menjadi beberapa aroma, yaitu cendana, kopi dan greentea.
" Enam bulan prosesnya dan diperoleh komposisi yang tepat berupa sabun dengan tekstur halus, busa lembut dan aroma teh hijau," ujar Rakan Romi Arsalam menambahkan.
PKM-Penelitian mahasiswa UGM ini terbukti dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai paduan dalam membuat lumpur geothermal menjadi sabun.
Sabun geothermal berpotensi dijadikan produk unggulan daerah wisata geothermal, karena dirancang untuk menghasilkan standar proses pembuatan sabun melalui teknologi sederhana dan tepat guna. (Ism)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya