Orangtua Juga Bisa 'Durhaka' Pada Anak, Mengapa?

Reporter : Mutia Nugraheni
Kamis, 10 September 2020 10:03
Orangtua Juga Bisa 'Durhaka' Pada Anak, Mengapa?
Simak riwayat dari sahabat Rasulullah, Umar bin Khathab.

Dream - Mendengar kata durhaka, selalu identik dengan sikap anak yang buruk dan tidak menghormati orangtuanya. Dalam Islam, sikap durhaka anak pada orangtua merupakan dosa besar.

Ternyata bukan hanya anak saja yang bisa bersikap durhaka, tapi juga orangtua pada anak-anaknya? Hal ini seperti riwayat Umar bin Khathab yang didatangi seorang laki-laki.

Laki-laki itu bercerita kalau memiliki anak yang bersikap durhaka dan buruk. Umar kemudian memanggil anak tersebut dan menegurnya. Anak itu kemudian bertanya, “ Wahai Amirul Mukminin, bukankah anak memiliki hak atas orangtuanya?” dan Umar membenarkan perkataan anak tersebut dan menjelaskan kalau hak seorang anak adalah adalah memilihkan calon ibu yang baik untuknya, memberi nama baik dan mengajari tentang Al Quran.

Anak tersebut kemudian berkata, “ Wahai Amirul Mukminin, ayahku tidak melakukan satu pun dari apa yang tuan sebutkan itu. Ibuku wanita berkulit hitam bekas budak beragama Majusi. Ia menamakanku Ju’lan (tikus atau curut), dan dia tidak mengajariku satu huruf pun dari Al-Qur’an," kata anak tersebut.

 

1 dari 7 halaman

Durhaka Anak, Durhaka Orangtua

Riwayat Umat bin Khatab soal orangtua© Nu Online

Umar lalu memandangi orang tua tersebut sembari berkata: “ Engkau datang mengadukan kedurhakaan anakmu, padahal engkau telah durhaka kepadanya sebelum ia mendurhakaimu. Engkau telah berbuat buruk kepadanya sebelum ia berbuat buruk kepadamu," kata Umar.

Al-Imam al-Ghazali menyatakan bahwa apabila anak dibiasakan berbuat baik sejak dini, maka ia akan tumbuh besar menjadi baik, bahagia di dunia dan akhirat. Orangtua serta pendidiknya mendapatkan pahala atas usaha mendidiknya.

Sebaliknya, bila anak dibiarkan terdidik dengan buruk, maka ia akan terbiasa melakukan keburukan, celaka di dunia dan akhirat. Orangtua dan pendidiknya juga ikut terkena imbas dosanya. Bukan sepenuhnya kesalahan anak bila ditemukan anak yang durhaka kepada orang tuanya.

Selengkapnya baca di NU Online

2 dari 7 halaman

Ciri-ciri Orangtua yang Durhaka Pada Anaknya

Dream - Sejak kecil kita selalu diperingatkan untuk tidak bersikap buruk pada orangtua. Jangan sampai menjadi anak durhaka, yang suka membangkang dan menyakiti hati orangtua. Pasalnya, ridho Allah SWT berasal dari ridho orangtua.

Tak banyak orangtua yang menyadari kalau sikap buruk dan durhaka bukan hanya dilakukan oleh anak kepada orangtua. Mereka yang dianggap sudah dewasa, tahu mana baik dan buruk juga bisa bersikap durhaka pada anak sendiri.

Hal tersebut diungkapkan oleh ustaz Ayang Utriza Yakin, PhD., di akun Twitternya. Pria yang juga lulusan Fakultas Syariah IAIN Syarif Hidayatullah ini menjelaskan banyak faktor yang membuat orangtua bisa menjadi durhaka terhadap anak-anaknya.

" Ratusan pertanyaan masuk yg isinya hampir semua sama 'apakah ada orangtua yg durhaka?', Jawaban sy: YA. Adakah dalilnya? 'ya, banyak baik dari Alquran & hadis," ungkapnya.

3 dari 7 halaman

Siapakah Orangtua Durhaka?

Ustaz Ayang pun menjelaskan penyebab seseorang menjadi orangtua yang durhaka. Pertama, yaitu orangtua yang memberi nafkah untuk anaknya dari hasil kerja/ usaha yang haram.

" Korupsi, rampok, nyuri, jambret, malak, balak hutan, narkoba,"  tulisnya.

Lalu kedua, orangtua yang durhaka yaitu mereka yang tidak memberikan teladan baik ke anak-anaknya. Seperti mencontohkan salat, berpuasa, mengaji dan mengenal Islam.

4 dari 7 halaman

Membiarkan dan merendahkan anak

Bagi orangtua, jangan pernah mengucapkan kata kasar apalagi sampai menghina dan merendahkan. Hal tersebut sudah termasuk sikap durhaka dan sangat merusak mental anak. Ustaz Ayang juga mengingatkan hal tersebut, kalau orangtua yang durhakan adalah yang merendahkan anak sendiri"

" Orangtua yang menyakiti/ merisak/ menghina/ merendahkan anak-anaknya dengan ucapan/ kata2/ perlakuan hingga anak trauma atau rendah diri. Orangtua yang membiarkan anaknya dalam kemaksiatan dan keburukan seperti miras, narkoba, zina,"  ungkapnya.

5 dari 7 halaman

Surah At Tahrim ayat 6

Ustaz Ayang mengingatkan para orangtua terutama Ayah untuk melindungi keluarganya. Bertanggung jawab pada anak dan mengasuhnya dengan baik sesuai dengan nilai-nilai Islam. Hal ini sebagaimana diperintahkan Allah SWT dalam surah At Tahrim ayat 6.

At Tahrim ayat 6© At Tahrim ayat 6

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.

Ustaz Ayang merujuk pada pendapat Imam al-Qurtubi dalam tafsirnya al Jami li-Ahkam terkait ayat di atas. Yaitu: Orangtua wajib menjaga keluarganya dari apa yang membawa mereka ke neraka dengan mengajak anaknya berzikir, berdoa dan takwa kepada Allah SWT dan itu dilakukan dengan nasihat serta teladan perbuatan.

 

6 dari 7 halaman

Anak Durhaka Bisa Jadi karena Orangtua Durhaka

Sikap durhaka anak, menurut ustaz Ayang, bisa jadi karena orangtua terlebih dulu yang durhaka pada anak-anaknya. 

Seperti riwayat dalam kitab Tanbih al-Ghafilin (hal 69-70, Dar al-Kutub al-Ilmiyah, Beirut, Tahqiq: Abdullatif: Hasan Abdurahman).

Yaitu ketika ada seorang laki-laki datang menemui Sahabat Umar bin al-Khatab. Ia mengadu akan tindakan kurang ajar anaknya.

Bukannya mengakui kesalahannya, si anak justru mencela orang tuanya karena telah menelantarkannya. “ Wahai Amirul Mukminin... Bukankah orang tua juga punya kewajiban kepada anaknya?” tegas sang anak.

 

 

7 dari 7 halaman

Penjelasan Selengkapnya

Mendengar penjelasan pihak si anak, Umar justru menegur keras orang tua si anak tersebut. Beliau memandang ke arah orang tua si anak dan memberinya nasihat:

“ Anda mengadu kepadaku akan kenakalan anakmu, sementara anda sendiri telah durhaka kepadanya sebelum dia durhaka kepadamu. Anda telah memperlakukannya dengan buruk sebelum ia memperlakukan buruk kepadamu!”

Lihat penjelasan ustaz Ayang di akun Twitternya.

Beri Komentar