Sultan (Foto: Tri Yuniwati Lestari/ Dream)
Dream - Sultan Feldy, siswa kelas 5 Madrasah Ibtidaiyah (MI) Yaspikh Kampung Gedong, Depok, merupakan penyandang disabilitas. Sejak lahir, ia tidak memiliki kaki sempurna seperti orang kebanyakan.
Anak sulung dari 3 bersaudara ini kerap kali diejek karena kekurangannya itu. Meski demikian, Sultan tetap semangat untuk bersekolah dan beraktivitas. Ia tetap ingin menjadi anak yang pintar dan berprestasi.
" Ingin bersekolah terus, belajar meskipun dengan kondisi seperti ini," kata Sultan saat ditemui Kamis 14 Maret 2019.
Demi mendukung semangat Sultan, kegiatan #KaryaBaik yang merupakan kerja sama antara Staedtler dengan Dompet Dhuafa, memberinya kaki palsu. Kini Sultan pun lebih mudah beraktivitas dan percaya diri.
Kegiatan #KaryaBaik ini merupakan ini digelar oleh Steadtler untuk membantu para anak dengan disabilitas di Indonesia. Sederet kegiatan dibuat khusus untuk mereka.
" Dengan #KaryaBaik, Staedtler percaya bahwa untuk berempati pada sesama dapat dilakukan dengan hal-hal sederhana seperti mengikuti lomba mewarnai ini. Anak-anak akan ditanamkan pemikiran, tidak peduli pemenangnya ataupun hasil karyanya, semua karya akan bermanfaat jadi kebaikan melalui #KaryaBaik," ujar Pramesti Yulfia selaku Head of Marketing Staedtler Indonesia, PT Asaba.
Advertisement

JK: Dalam Dunia Hari Ini, Lebih Berbahaya Kekurangan Listrik Ketimbang Kekurangan Beras

Jusuf Kalla Ajak Dekan Teknik Makassar Pelajari Industri Teknologi Langsung di China

SBY Bicara Pemerintahan di Endgame Town Hall: Saya Tak Pernah Berselingkuh dengan Konstitusi

Hari Ozon Sedunia, Ketahui Fakta Penting Lapisan Pelindung Bumi


5 Kebiasaan Malam yang Disarankan Pakar agar Bisa Hidup Lebih Panjang

Social Contagion: Mengapa Tren Memakai Parfum Bisa Ikut Menyebar di Kalangan Anak SD?

Jusuf Kalla Ajak Dekan Teknik Makassar Pelajari Industri Teknologi Langsung di China


5 Peregangan untuk Meredakan Tegang dan Kaku di Punggung Tengah

Pemanasan Global Memutus Hubungan Iklim 400 Tahun antara Samudra Hindia dan Pasifik

Menerka Alasan Nusron Wahid Mundur dari Pengurus Golkar di Tengah Kasus Suap HGB