Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
© 2026 Surat Suara Pemilu (Instagram @bawasluri)
DREAM.CO.ID - Survei Poltracking Indonesia menunjukkan Gerindra menjadi partai dengan elektabilitas paling tinggi saat ini. Partai besutan Prabowo Subianto itu mengalahkan tingkat keterpilihan PDI Perjuangan (PDIP) dan Golkar.
“ Partai Gerindra dengan elektabilitas 23,2 persen masih unggul dibanding partai-partai lainnya, partai yang mendukung pemerintahan saat ini,” kata Yoki Alvetro, saat memaparkan hasil survei, Rabu 23 September 2026.
PDI Perjuangan berada di posisi kedua dengan elektabilitas 11,6 persen. Posisi berikutnya adalah Golkar dengan 10,4 persen. “ Ini merupakan tiga partai politik yang teratas pada pengukuran kami,” imbuh Yoki
Di bawah ketiga partai itu, ada Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan elektabilitas 6,2 persen, Demokrat 6,1 persen, Nasdem 4,4 persen, Partai Amanat Nasional (PAN) 3,3 persen, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) 2,3 persen, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 1,9 persen, dan Partai Persatuan Indonesia (Perindo) 0,6 persen.

“ Inilah temuan inti dari pada rilis kita pada hari ini yaitu elektabilitas dari partai politik,” imbuh Yoki.
Survei ini dilakukan pada periode 14-20 Agustus 2026 menggunakan metode sampel multistage random sampling. Wawancara dilakukan secara tatap muka langsung terhadap 1.220 responden, warga negara Indonesia yang sudah memiliki hak pilih. Margin of error jajak pendapat ini kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Survei itu juga memotret tren elektoral partai sejak akhir tahun lalu. Pada Oktober 2025, elektabilitas Gerindra 24,1 persen. Angka itu naik pada Maret 2026 menjadi 26,1 persen, pada Mei 2026 turun menjadi 25,9 persen, Juli 2026 turun lagi menjadi 23,5 persen, dan menjadi 23,2 persen pada Agustus 2026.

Sementara, elektabilitas PDI Perjuangan cenderung konsisten turun. Pada Oktober 2025, elektabilitas PDIP 15,7 persen, Maret 2026 turun menjadi 15,4 persen, Mei 2026 turun menjadi 14,4 persen, Juli 2026 menjadi 12,3 persen, dan Agustus 2026 turun lagi menjadi 11,6 persen.
Partai Golkar, pada Oktober 2025 elektabilitasnya 9,5 persen, pada Maret 2026 turun menjadi 9 persen, Mei 2026 naik sedikit menjadi 9,2 persen, Juli 2026 melonjak menjadi 11,4 persen, dan Agustus 2026 turun menjadi 10,4 persen.
Sedangkan, elektabilitas PKB pada Oktober 2025 mencapai 8,4 persen, pada Maret 2026 turun menjadi 8,1 persen, Mei 2026 naik menjadi 8,5 persen, Juli 2026 kembali naik menjadi 9,8 persen, dan Agustus 2026 drop ke 6,2 persen.
Kemudian Partai Demokrat, elektabilitas Opada Oktober 2025 5,4 persen, Maret 2026 naik menjadi 5,6 persen, Mei 2026 naik lagi menjadi 6,1 persen, Juli 2026 naik menjadi 6,9 persen, dan Agustus 2026 menjadi 6,1 persen.
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama
