6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
© 2026 Susilo Bambang Yudhoyono (Instagram @sb.yudhoyono)
DREAM.CO.ID — Presiden ketujuh RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla hadir bersamaan dalam acara Town Hall di Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Sabtu 19 September 2026.
Acara yang diinisiasi oleh Endgame, platform milik mantan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, berlangsung selama dua hari, 19–20 September 2026.
Di hadapan sekitar 2.000 peserta dari berbagai profesi dan kalangan mahasiswa, SBY mengawali sesinya dengan menyapa Jusuf Kalla, yang disebutnya sebagai sahabat.
Dalam acara tersebut, SBY menjelaskan bagaimana sebuah pemerintahan seharusnya dijalankan. Dia menyampaikan topik ini berdasarkan pengalaman selama sepuluh tahun memimpin pemerintahan Indonesia.
Ia berbicara mulai dari visi, misi, hingga eksekusi di lapangan. Menurut SBY, visi pemerintahan adalah visi presiden. “ Tidak ada visi wakil presiden, karena kita harus fokus,” tegas SBY.
Dari visi tersebut kemudian disusun berbagai program yang dalam pelaksanaannya membutuhkan kerja sama banyak pihak. Karena itu, menurut SBY, semua pihak harus bekerja sama dan tidak saling dibenturkan.
“ Jangan dibenturkan. Jangan dihadap-hadapkan,” ujar dia.

SBY juga menekankan pentingnya hubungan antara politisi dan teknokrat dalam menjalankan pemerintahan. Menurut dia, keduanya memiliki tugas masing-masing.
Politisi menentukan arah, sedangkan teknokrat menjalankannya. Karena itu, kerja bersama jauh lebih penting daripada menghabiskan waktu untuk saling berseberangan.
“ Politisi jangan dibenturkan dengan teknokrat. Mereka punya tugas masing-masing. Politisi menentukan arah, teknokrat yang menjalankannya,” kata SBY.
Menurut SBY, presiden merupakan sebuah lembaga, bukan sekadar pribadi yang menduduki jabatan tersebut. Karena merupakan lembaga, presiden dalam menjalankan tugasnya harus merujuk pada konstitusi.
Selebihnya, kata dia, presiden harus mendengarkan suara rakyat dan membiarkan rakyat memberikan penilaian.
Yang jelas, kata SBY, selama menjalankan pemerintahan, dirinya tidak pernah meninggalkan konstitusi dan akal sehat. “ Saya tidak pernah berselingkuh dengan konstitusi dan akal sehat,” ujar SBY.

Dia kemudian mengisahkan bagaimana pemerintahannya dahulu menata komunikasi, baik di dalam negeri maupun dengan pihak luar negeri. Menurut SBY, pemerintahannya ketika itu memiliki juru bicara khusus, yakni Dino Patti Djalal dan Andi Mallarangeng.
“ Dulu kami punya juru bicara khusus, yakni Pak Dino Patti Djalal dan Andi Mallarangeng,” kata SBY.
Menurut dia, jalur komunikasi pemerintah tidak boleh dipersempit atau dibuat tersendat. Sebaliknya, komunikasi harus dibuka seluas mungkin karena hal tersebut akan membawa kebaikan bagi pemerintahan.
Pada bagian akhir, SBY berbicara mengenai kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang menurutnya perlu mendapat perhatian khusus.
Belakangan ini, kata SBY, dirinya banyak mendengarkan podcast dan memperoleh informasi dari berbagai ahli mengenai perkembangan AI. Dari berbagai informasi tersebut, ia melihat AI memiliki manfaat, tetapi juga menyimpan potensi bahaya.
“ Kalau kita tidak bisa mengontrol AI, jangan menyesal jika AI nanti akan mengontrol kita,” kata SBY.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
