Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Muamar Qadafi Dan Kevin Cordon (Foto: Instagram @kevincordon17)
Dream - Kevin Cordon, pebulu tangkis asal Guatemala, membuat sejarah baru di Olimpiade Tokyo 2020 karena menjadi wakil pertama negaranya yang berhasil lolos ke semifinal.
Di usianya yang tak lagi muda, Cordon membuktikan kehebatannya. Namun sayang, ia tak mampu menembus lebih dari semifinal setelah kalah dua gim langsung dari Viktor Axelsen asal Denmark, 18-21 dan 11-21 pada Minggu, 1 Agustus 2021.
Di balik kesuksesan Kevin Cordon, ternyata ada sosok Muamar Qadafi yang menemaninya berjuang di Tokyo, Jepang. Lalu siapa Muamar Qadafi?

Dikutip dari Today In 24, saat masih bermain, Qadafi diketahui berstatus sebagai pemain PB Djarum sejak 1994. Kemudian pada tahun 2000, Qadafi berstatus sebagai asisten pelatih teknis untuk klub yang bermarkas di Kudus, Jawa Tengah, itu.
Loncatan besar dalam karirnya dimulai pada 2005. Dia hijrah ke Peru untuk melatih bulu tangkis. Dia bahkan pernah melatih di Ekuador. Benua Amerika menjadi tempatnya berpetualang.
Muamar Qadafi merupakan anak pertama dari tiga bersaudara yang lahir di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.
Sebelum pindah ke PB Djarum, ia pernah menjadi siswa di GOR Tipes, Solo. Selama menempuh pendidikan disana, ia dikenal sebagai pribadi yang disiplin dan pekerja keras.
Kemudian ketikda dirinya menginjak bangku kelas 5 SD, Muamar pindah berlatih ke PB Djarum Kudus.
Muamar dan Corodon bertemu pertama kali antara 2009 hingga 2010. Itu kali pertama Qadafi tiba di Guatemala untuk melatih tim nasional bulu tangkis mereka.
Qadafi dan Jose Maria Solis diketahui telah melatih Kevin Cordon sejak 2017.
Di mata Kevin Cordon, Muamar Qadafi bukan sosok atlet yang biasa-biasa saja. Dia sangat menghormatinya dan menyebut pengalaman sang pelatih sangat penting untuk dirinya.
“ Dia orang Asia, dia tahu bulutangkis, dia tahu bagaimana cara bermain, dia memiliki banyak pengalaman,” kata Cordón dalam sebuah wawancara di akhir pertandingan babak 16 besar.
Saat ditemui oleh tim bola.com, Suratman, ayah Muamar Qadafi mengatakan bahwa dirinya tidak akan membatasi karier kepelatihan anaknya.
Dirinya juga turut berbangga terhadap pencapaian anaknya yang telah berhasil membawa anak didiknya sampai di semifinal Olimpiade.
Suratman juga menyampaikan, sebelum menjadi pelatih tim Guatemala ada beberapa negara yang juga menawarkan posisi pelatih kepada sang anak.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya