Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
(Foto: Kaleej Times)
Dream - Meski terlihat santai dan menyenangkan, profesi pilot ternyata juga menguras tenaga dan pikiran. Bayangkan saja, pilot dituntut selalu tampil prima dan cekatan saat menerbangkan pesawat.
Pilot salah sedikit saja, seluruh penumpang yang ada di pesawat akan terkena dampaknya. Karena itulah Belal Ahmed, seorang pilot di Air Arabia, selalu berusaha menjaga kesehatan tubuhnya.
Sebagai Muslim yang taat, pilot berusia 28 tahun ini tak pernah meninggalkan ibadah meski pekerjaannya sangat melelahkan.
Belal yang menerbangkan pesawat komersial sejak tahun 2014 mengaku tidak pernah absen puasa di bulan Ramadan.
" Pilot harus dalam kondisi fisik yang baik karena bertanggung jawab atas kehidupan ratusan orang. Pilot perlu fokus, dan untuk itu, pilot harus cukup berolahraga, diet yang baik, dan banyak istirahat," jelas pria yang pernah jadi atlet ini, dikutip Dream dari Khaleej Times, Sabtu 19 Mei 2018.
© Dream
Belal mengaku telah menemukan cara untuk berpuasa saat terbang, tanpa mengorbankan kesehatannya.
Menurut Belal, di awal menjadi pilot pada tahun 2009, dia makan makanan yang mengandung banyak karbohidrat untuk sahur. Namun hal itu justru membuatnya sangat haus sepanjang hari.
" Waktu itu saya makan pancake, gorengan dan makanan tidak sehat lainnya," jelasnya.
Setelah menyadari menu sahurnya malah membuatnya haus sepanjang hari, Belal menggantinya dengan makan makanan yang ringan dengan porsi yang lebih sedikit.
" Saya baru tahu bahwa makan lebih sedikit membuat saya lebih baik. Saya makan makanan sederhana berupa oatmeal biasa dan susu dicampur dengan madu. Saya juga makan satu sampai dua pisang dan beberapa biji kurma," katanya.
Menurut Belal, semua makanan tersebut mengandung banyak nutrisi dan dapat membuatnya tetap produktif berjam-jam. Dia juga menghindari makanan berminyak dan tinggi karbohidrat, serta minum dua liter air setiap hari.
Sedangkan untuk olahraga, ia hanya melakukan peregangan ringan selama bulan suci. " Ketika melakukan penerbangan, kami biasanya harus banyak bicara. Kecuali untuk pengumuman dan diskusi penting dengan awak kabin lainnya, saya mencoba membatasi percakapan saya," katanya.
Kata Belal, pilot memiliki reputasi sebagai peminum kopi berat. Namun, Belal mengatakan tidak menambahkan gula dalam kopi akan menghindarkan pilot dari sakit kepala ringan yang mereka rasakan akibat mengonsumsi gula berlebih.
Karena itulah pilot selalu dianjurkan untuk menghindari gula dan makan makanan yang menyebabkan asam lambung.
" Anda tidak boleh minum minuman bersoda saat buka puasa karena masuknya gula yang tiba-tiba dalam tubuh yang bersih bisa menyebabkan syok gula," jelasnya.
© Dream
Seperti halnya di daratan, Belal juga pernah beberapa kali berbuka puasa saat masih di udara.
" Saat sedang terbang, buka puasa dimulai beberapa saat setelah matahari tenggelam. Jika tidak ada kurma, saya buka puasa dengan cokelat dan minum air putih," katanya.
Namun, saat terbang di atas Samudera Atlantik dan menuju ke Barat, Belal mengaku tidak puasa.
" Saya tidak pernah puasa jika terbang ke Amerika Serikat. Jika Anda terbang dari Uni Emirat Arab ke Los Angeles, berlangsung selama 16 sampai 19 jam dan menjauhi arah matahari dengan kecepatan 1.000 kilometer per jam," katanya.
Belal mengatakan dia tidak berpuasa merujuk pada hukum yang mengatakan seseorang boleh tidak berpuasa jika sedang melakukan pekerjaan berat, mengandung, atau sedang dalam perjalanan jauh.
Sumber: Khaleej Times
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang