Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Kasus tewasnya guru agama di salah satu SMK di Manado, Sulawesi Utara menyedot perhatian. Guru bernama Alexander Pangkey itu tewas akibat ditusuk berkali-kali oleh siswanya sendiri berinisial FL, 16 tahun.
Kapolresta Manado, Kombes Benny Bawensal, mengatakan FL dijerat dengan Pasal 340 KUHP. Tetapi, butuh penanganan khusus mengingat pelaku masih di bawah umur.
" Ada penanganan khusus menggunakan berita acara Undang-undang Perlindungan Anak," ujar Benny, dikutip dari Liputan6.com.
Aksi FL menusuk Alex sempat terekam kamera dan viral di media sosial. Dalam video tersebut, Alex masih mampu berdiri usai ditusuk.
Benny mengatakan pelaku sudah diamankan. Pihaknya juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa enam orang saksi.
" Dalam penanganan kasus ini, juga telah melakukan koordinasi dengan Bapas (Balai Pemasyarakatan) dan Badan Perlindungan Anak untuk melakukan pendampingan," kata dia.
Benny mengatakan peristiwa itu terjadi pada Senin, 21 Oktober 2019. Awalnya, FL dan temannya terlambat masuk sekolah sehingga dikenakan sanksi mengisi plastik dengan tanah.
Saat istirahat, mereka duduk di lingkungan sekolah sembari merokok. Saat itu, Alex datang dan menegur FL serta temannya, mengingatkan mereka merokok dilarang di sekolah.
Tidak terima ditegur, FL pulang ke rumah untuk mengambil pisau lalu kembali ke sekolah. Melihat gurunya ada di atas motor, pelaku mendatanginya dan menusuknya hingga beberapa kali.
" Korban berupaya menghindar dan masuk halaman sekolah namun tersangka terus melakukan pengejaran dan penusukan beberapa kali terhadap korban," kata dia.
Alex sempat tersungkur di tanah. Beberapa saat kemudian Alex dilarikan ke rumah sakit namun tidak dapat diselamatkan.
Sumber: Liputan6.com
Dream - Aparat Polresta Bogor terus menyelidiki kasus penusukan siswi SMK Baranangsiang, AA. Perempuan itu tewas ditikam sosok pria di sebuah gang sempit pada Selasa, 8 Januari 2019 di Jalan Riau, Kota Bogor.
Kasubag Humas Polresta Bogor, AKP Yuni mengatakan, saat ini polisi tengah memburu terduga pelaku yang ciri-cirinya sudah diketahui.
" Lagi dilakukan pengejaran yang berkomunikasi terakhir dengan korban," ujar Yuni kepada Dream, Rabu, 9 Januari 2019.
Yuni berujar, polisi juga menemukan adanya kecocokan data pelaku dari rekaman CCTV dan foto yang ada ponsel korban.
" Perawakan dan baju yang dikenakan orang itu di CCTV sama dengan foto yang ada di ponsel korban," ucap dia.
Yuni belum dapat memastikan apakah pelaku merupakan pacar AA. " Belum pasti, kita tunggu saja hasil pengejaran dan interogasi reskrim gabungan," kata dia.
Dream - Aksi penusukan siswi SMK Baranangsiang, Bogor, berinisial AA, saat berjalan di Jalan Riau, Baranangsiang, Bogor, Jawa Barat, Selasa, 8 Januari 2018, sempat terekam kamera CCTV.
Dalam video itu tampak AA masih mengenakan seragam sekolah. Sementara, pelaku terlihat menutupi kepala dengan hoodie.
Gang itu tampak sepi. Tidak terlihat warga yang melintasi jalan tersebut.
Dari video juga tergambar bagaimana pelaku berjalan perlahan dari arah berlawanan dengan AA. Setelah keduanya dekat, pelaku menusuk korban.
Dikutip dari Merdeka.com, Kasubag Humas Polresta Bogor Kota, Ajun Komisaris Yuni Astuti mengatakan, AA terkena tusukan di dada sebelah kiri.
" Ditusuk di bagian dada sebelah kiri dengan menggunakan senjata tajam yang mengakibatkan korban meninggal dunia dengan luka tusuk senjata tajam lebar kurang lebih 3 cm dalam luka 22 cm," kata Yuni.
Yuni mengatakan, petugas masih menyelidiki kasus tersebut. Sejumlah saksi, sambung Yuni, sudah dimintai keterangan termasuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Keterangan warga setempat, kejadian tersebut baru diketahui sekitar pukul 16.00 WIB. Saat ditemukan, AA dalam kondisi tergeletak dengan pisau yang masih menancap di dada.
" Setahu saya sekitar jam 4 tadi. Korban masih pakai seragam sekolah. Ada luka tusukan di dadanya, bersimbah darah," kata Deki (50), warga setempat.
Deki mengatakan, dari CCTV, kemungkinan besar pelaku kabur ke arah Jalan Raya Pajajaran.
" Kalau dari CCTV sih, korban kayaknya baru pulang sekolah. Tiba-tiba pelakunya langsung nusuk terus kabur ke arah atas tembusannya ke Jalan Raya Pajajaran," ucap Dedi. (ism)
Dream - Aksi penusukan siswi SMK Baranangsiang, Bogor, berinisial AA, saat berjalan di Jalan Riau, Baranangsiang, Bogor, Jawa Barat, Selasa, 8 Januari 2018, sempat terekam kamera CCTV.
Dalam video itu tampak AA masih mengenakan seragam sekolah. Sementara, pelaku terlihat menutupi kepala dengan hoodie.
Gang itu tampak sepi. Tidak terlihat warga yang melintasi jalan tersebut.
Dari video juga tergambar bagaimana pelaku berjalan perlahan dari arah berlawanan dengan AA. Setelah keduanya dekat, pelaku menusuk korban.
Dikutip dari Merdeka.com, Kasubag Humas Polresta Bogor Kota, Ajun Komisaris Yuni Astuti mengatakan, AA terkena tusukan di dada sebelah kiri.
" Ditusuk di bagian dada sebelah kiri dengan menggunakan senjata tajam yang mengakibatkan korban meninggal dunia dengan luka tusuk senjata tajam lebar kurang lebih 3 cm dalam luka 22 cm," kata Yuni.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya