MUI Akan Teliti Pernyataan Maaf Ahok

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 11 Oktober 2016 17:31
MUI Akan Teliti Pernyataan Maaf Ahok
MUI akan meneliti apakah permohonan maaf itu untuk kesalahan dia atau pelintiran informasi yang menyebabkan kegaduhan.

Dream - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat akan mengkaji pernyataan permohonan maaf Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Sikap ini diambil karena MUI Pusat masih mencari tahu konteks permintaan maaf tersebut.

" Apakah permintaan maaf itu untuk sikap kesalahan dia atau sikap maaf karena pelintiran (informasi) yang menyebabkan kegaduhan," kata Ketua MUI Pusat KH Ma'ruf Amin, di gedung MUI Pusat, Jakarta, Selasa, 11 Oktober 2016.

Ma'ruf mengatakan keputusan mengenai kajian permintaan maaf itu akan disampaikan secepatnya. Perihal persoalan hukum, dia menyerahkan hal itu kepada kepolisian.

Ketua organisasi masyarakat (ormas) Gerakan Masyarakat Jakarta, Fahrurrozi Ishaq, menilai pernyataan Ahok yang mengutip surat Al Maidah ayat 51 telah melukai hati ulama dan cenderung bertendensi menistakan Alquran.Untuk itu dia berharap, permintaan maaf yang disampaikan Ahok tidak menghapus kesalahannya di mata hukum.

" Orang bersalah harus dihukum, tidak hanya minta maaf lantas selesai. Sekaligus penegakan hukum di negara ini," kata Fahrurrozi.

Seperti diberitakan sebelumnya, setelah didesak ormas Islam, MUI Pusat akhirnya mengeluarkan lima rekomendasi sikap terkait Ahok. Adapun saat ditanya mengenai imbauan untuk mencegah kampanye Pilkada yang bersifat suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) MUI Pusat masih belum mau menjawab.

" Kami tidak dalam konteks berbicara Pilkada. Kami hanya menanggapi Ahok," kata Ma'ruf.

Beri Komentar