Pemuda Muhammadiyah Menggelar Konvensi Anti-Korupsi 2016 (dream.co.id/Ilman Nafian)
Dream - Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak mengusulkan adanya fatwa pengharaman mensholatkan jenazah koruptor. Ini mengingat dampak korupsi yang begitu besar merusak bangsa Indonesia.
" Kami PP Pemuda Muhammadiyah mendorong kepada PP Muhammadiyah untuk mengeluarkan fatwa haram kepada jenazah koruptor untuk disholatkan," ujar Dahnil di Jakarta akhir pekan lalu.
Dahnil mengatakan suara perlawanan terhadap praktik korupsi sudah lama terdengar. Tetapi, budaya korupsi tidak juga berkurang dari masa ke masa.
Lantaran sudah menjadi budaya, kata Dahnil, upaya pemberantasan korupsi tidak dapat dijalankan dengan singkat. Diperlukan waktu yang lama dan kesabaran agar segala upaya pemberantasan korupsi dapat menuai hasil.
" Menghilangkan budaya korupsi itu lama, sehingga butuh kesabaran. Siapa yang bisa sabar dan melakukan hal itu, tentu bisa dimulai dari anak muda," ucap dia.
Selain itu, Dahnil berpendapat penyebutan pelaku korupsi dengan koruptor terlalu elit. Ini menyebabkan kurang pekanya masyarakat terhadap kejahatan korupsi.
Atas hal itu, dia juga mengusulkan sebutan koruptor diganti dengan maling. Hal ini untuk menimbulkan kepekaan pada masyarakat sehingga mereka tidak abai terhadap kasus korupsi yang ada di sekitarnya.
Advertisement

Kopi Tak Selalu Bikin Susah Tidur, Tapi Diam-Diam Bisa Mengurangi Kualitas Tidur

Mengapa Kalimantan Dikenal sebagai Borneo? Ternyata Berkaitan dengan Brunei

Naik Tipis di Sesi Pembukaan, IHSG Sempat Longsor di Bawah Level 6.000 Paska Reshuflfe Kabinet

Apa yang Terjadi pada Tubuh Jika Minum Cuka Apel Setiap Hari?

Lutut Sering Berbunyi Krek-Krek? Ini 4 Penyebab yang Perlu Diketahui

10 Kesalahpahaman tentang Dinosaurus yang Selama Ini Dianggap Benar

Crab Mentality, Ketika Seseorang Justru Menarik Orang Lain agar Tidak Ikut Sukses