Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Pemerintah mengumumkan tujuh kasus baru positif virus corona, Covid-19, di Indonesia. Tujuh kasus itu merupakan imported case, atau pasien terinfeksi di luar negeri.
Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan, para pasien imported case tidak terdeteksi menunjukkan gejala Covid-19 di bandara. Para pasien tidak mengalami demam tinggi sehingga lolos pemeriksaan.
" Beberapa waktu yang lalu saya katakan bahwa dengan kondisi penyakit sebagian besar (sakit) ringan sedang, maka dia masuk dalam kondisi tidak panas terlalu tinggi dan tidak akan ter-detect oleh thermal scan," kata Achmad, Rabu, 11 Maret 2020.
Dia menjelaskan, para pasien imported case diberikan health alert card saat tiba di Indonesia. Kartu itu diberikan kepada pendatang yang berasal dari negara terpapar virus corona.
Kasus imported case ini menimpa baik warga negara Indonesia dan warga negara asing. Achmad mengatakan, umumnya pasien imported case memeriksakan diri ke rumah sakit apabila merasakan gejala.
" Maka pada saat mereka merasakan tidak enak badan, mereka menandatangani beberapa rumah sakit dan menunjukkan kartu itu. Itu menjadi upaya deteksi kita," ucap dia.
Sumber: Liputan6.com/Lizsa Egeham
Dream - Pemerintah mengaku mengalami kesulitan melakukan tracing atau menelusuri jejak pasien terinfeksi virus Corona, Covid-19. Sebab, beberapa pasien yang dinyatakan positif terjangkit kerap lupa dengan aktivitas yang dilakukan dalam 14 hari terakhir mereka.
" Beberapa kendala di dalam tracing adalah sering kali pasien yang sudah jelas-jelas positif tidak mampu mengingat dengan baik dalam 14 hari terakhir ketemu siapa, dimana," kata Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto, Rabu 11 Maret 2020.
Meski demikian, Yurianto mengatakan bahwa pemerintah akan terus menelusuri interaksi dekat para pasien. Dengan begitu, penyebaran virus corona bisa ditekan. " Ini yang menjadi tantangan kami. Oleh karena itu, kami akan tetap melakukan ini (tracing)," ucapnya.
Tetapi, tambah dia, yang paling penting memberdayakan lingkungan di sekitar pasien dan memberikan edukasi agar masyarakat merespons penyebaran virus Corona dengan sikap hati-hati. " Tetapi tidak panik," kata dia.
Hingga kini, total 27 pasien yang dinyatakan positif virus Corona di Indonesia. Satu pasien yang merupakan WNA dinyatakan meninggal dunia. Dia masuk ke kategori imported case atau terinfeksi virus Corona dari luar negeri.
Sementara, dua pasien lainnya sudah dinyatakan sembuh atau negatif virus Corona. Keduanya teregister sebagai pasien 06 dan 14.
Sumber: Merdeka.com
Dream - Dua pasien virus Corona di Indonesia dinyatakan sembuh. Hasil dua kali pemeriksaan yang dilakukan menunjukkan mereka negatif Covid-19.
" Yang pertama bahwa pasien 06 dan 14 ini sudah dua kali diperiksa negatif," kata Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus orona, Achmad Yurianto, dikutip dari Liputan6.com, Rabu 11 Maret 2020.
Menurut Yurianto, saat ini tim medis tengah mengedukasi kedua pasien untuk dipulangkan. " Artinya, sedang mengedukasi untuk persiapan pulang dengan menggunakan self isolated," tambah dia.
Walaupun negatif virus Corona, dua pasien tersebut akan diawasi secara intens. Mereka juga diwajibkan menggunakan masker dan tidak menggunakan alat makan dan minum bersama.
" Tetap menggunakan masker dan tidak menggunakan alat makan serta minum bersama dan tidak aktivitas bertemu," ujar dia.
Sebelumnya, pasien 06 yaitu anak buah kapal (ABK) Diamond Princess. Pasien 14 merupakan imported case. Mereka sudah menjalani isolasi dan pemeriksaan selama tujuh hari.
Dream - Pemerintah mengumumkan kematian pertama akibat virus corona di Indonesia terjadi pada pasien kasus 25. Pasien tersebut meninggal dini hari tadi.
" Tadi malam pukul 02.00 WIB lewat sedikit, pasien identitas nomor 25 meninggal dunia," ujar Juru Bicara Pemerintah untuk Virus Corona, Achmad Yurianto.
Pasien tersebut adalah wanita usia 53 tahun yang merupakan warga negara asing. Menurut Yurianto, pasien masuk rumah sakit sudah dalam keadaan sakit berat.
" Pasien ini masuk di RS sudah dalam keadaan sakit berat. Karena memang ada faktor penyakit mendahului. Di antaranya diabetes, hipertensi, hipertiroid, dan penyakit paru obstruksi menahun yang sudah cukup lama diderita," kata dia.
Selanjutnya, Yurianto mengatakan penyebab pasien meninggal bukan murni karena infeksi virus corona. Tetapi, kondisi pasien menjadi semakin parah akibat terkena virus tersebut.
" Bukan Coronavirus penyebab utamanya tapi itu yang memperburuknya," ucap dia.
(Sumber: Liputan6.com/Lizsa Egeham)
Dream - Seorang pasien positif virus corona di Indonesia dilaporkan telah meninggal dunia. Juru bicara Pemerintah untuk Virus Corona, Achmad Yurianto, mengatakan pasien tersebut terdaftar sebagai pasien kasus 25.
Selain positif virus Covid-19, Achmad mengatakan pasien tersebut juga mengidap sejumlah penyakit berat.
" Pasien meninggal dunia," ujar Yurianto, Rabu 11 Maret 2020.
Yurianto menjelaskan penyebab meninggalnya pasien kasus 25 karena beberapa penyakit yang sudah diderita sebelumnya.
Dalam kondisi sakit tersebut, pasien itu terjangkit virus corona.
" Ada faktor penyakit yang mendahuluinya, di antaranya diabetes, hipertensi, hipertiroid dan penyakit paru," kata dia.
(Sah, Sumber: Liputan6.com/Aditya Eka Prawira)
Advertisement
Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama

IHSG Dibuka Menguat, Investor Pantau Laporan Cadev RI

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah Setara SMA, Tapi Tak Bisa Batalkan Status Wapres


Kenapa Pekerjaan Baru di Usia 30-an Bisa Membuat Kita Merasa Bodoh Lagi?

Setir Mobil Tiba-Tiba Berat Diputar? Ini 4 Penyebab dan Cara Mengeceknya


Pepaya vs Mangga, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah dan Pencernaan?

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026