Mantan Kapolda Bengkulu Positif Covid-19 Sempat Ikut Sertijab di Mabes Polri

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Selasa, 12 Mei 2020 11:40
Mantan Kapolda Bengkulu Positif Covid-19 Sempat Ikut Sertijab di Mabes Polri
Sertijab dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Idham Aziz.

Dream - Gubernur Bengkulu, Rohidin Merdyah, melaporkan empat anggota kepolisian dari 23 orang yang menjalani tes swab dinyatakan positif terinfeksi Covid-19. Bahkan satu dari empat orang tersebut adalah mantan Kapolda Bengkulu, Irjan Supratman.

Sebelum menjalani tes swab, Supratman diketahui melakukan serah terima jabatan bersama sejumlah kapolda lain yang dipimpin oleh Kapolri Jenderal Idham Aziz di Mabes Polri pada Jumat, 8 Mei 2020. Meski demikian, kata Rohidin, Supratman dalam kondisi sehat.

" Kita doakan saja mudah-mudahan beliau segera sehat. Sekali lagi ini bukanlah sebuah aib, bukan juga sebuah kesalahan tapi memang wabah ini bisa menyerang siapa saja," kata Rohidin, dikutip dari Liputan6.com.

Jabatan Kapolda Bengkulu diserahkan kepada Brigjen Teguh Sarwono yang sebelumnya menjabat Wakapolda Maluku. Sementara, Supratman sekarang menjabat sebagai Analis Kebijakan Utama Bidang Sespim Lemdiklat Polri.

 

1 dari 5 halaman

Tertular Saat Jadi Kapolda

Diduga, jenderal bintang dua itu tertular Covid-19 saat masih bertugas di Bengkulu. Supratman ditetapkan dengan kode kasus 39, diketahui memiliki riwayat kontak dengan kasus 12 yang merupakan perwira di Polda Bengkulu, Kombes Sudarno.

" Beliau saat ini dalam kondisi sehat. Beliau juga telepon saya mengatakan jika dia tidak memiliki gejala apapun. Beliau disiplin melakukan isolasi dan penanganan dengan baik," kata Rohidin.

Saat ini Pemprov Bengkulu telah melakukan tracing terhadap klaster aparat keamanan dengan menelusuri siapa saja yang pernah kontak langsung dengan keempat polisi yang dinyatakan positif tersebut.

" Ketika data sudah didapat, semuanya akan kita lakukan rapid test dan akan dikarantina," kata Rohidin.

Kadiv Humas Polri, Brigjen Raden Prabowo Argo Yuwono, menyatakan pihaknya masih memastikan laporan tersebut. " Sedang saya cek ke Kapusdokkes. Saya tanyakan dulu apakah itu positif atau cuma rapid test positif. Nanti kita cek," ujar Argo.

2 dari 5 halaman

Aceh 4 Hari Berturut-turut Nol Kasus Baru Covid-19

Dream - Provinsi Aceh melaporkan perkembangan penanganan infeksi virus corona yang menggembirakan.

Data nasional mencatatkan tidak ada penambahan kasus baru dalam 4 hari berturut-turut mulai Kamis, 7 Mei hingga Minggu, 10 Mei 2020.

Kasus baru muncul pada Rabu, 6 Mei 2020 sebanyak lima orang. Secara akumulatif, jumlah pasien Covid-19 di Aceh ada 12 orang, dengan 7 di antaranya dinyatakan sembuh dan satu meninggal dunia.

Selain Aceh, penambahan kasus pasien positif COVID-19 tidak ditemukan di Kalimantan Utara (Kaltara) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) hari ini, Senin 11 Mei 2020.

Bahkan, di dua daerah itu tidak terdapat penambahan kasus positif selama lima hari berturut-turut atau sejak Rabu 6 Mei 2020 pekan lalu.

Penambahan kasus di Kaltara dan NTT tercatat pada Selasa, 5 Mei. Kala itu, penambahan kasus di Kaltara ditemukan sebanyak satu orang dan NTT sebanyak dua orang.

Sebagai catatan, kasus pasien positif Covid-19 di Kaltara berjumlah 131 orang. Tujuh di antaranya dinyatakan sembuh dan satu meninggal dunia.

Di sisi lain, kasus pasien positif Covid-19 di NTT tercatat sebanyak 12 orang. Satu di antaranya dinyatakan sembuh dan tidak ada yang meninggal dunia.

Sumber: Fajar.co.id

3 dari 5 halaman

Astaga! 4 Muda-Mudi di Sulsel `Ngeprank` di RS dengan Mengaku Terpapar Corona

Dream - Aksi prank di tengah pandemi Covid-19 masih saja terjadi. Kali ini dilakukan wanita usia 22 tahun di Sulawesi Selatan.

Nita Rahman, warga Jalan Wajo, Kecamatan Tanete Rianttang, Sulawesi Selatan begitu nekat melakukan aksi prank terindikasi Covid-19. Pada Sabtu, 9 Mei 2020, pukul 05.40 WITA, Nita datang ke RS Hapsah bersama seorang laki-laki dengan keluhan sesak napas dengan kejang-kejang.

Setelah diperiksa, pasien dengan lantangnya mengucap telah melakukan kontak dengan pasien positif Covid-19.

Humas RS Hapsah Sulawesi Selatan, Ilham, mengatakan pasien mengaku telah melakukan kontak langsung dengan kakeknya dari Papua. Sang kakek diklaim telah dinyatakan postif Covid-19.

" Setelah pasien ditangani oleh dokter jaga dan perawat dengan langkah-langkah penanganan pasien Covid-19, dokter kemudian memutuskan untuk merujuk pasien ke RS Tenriawaru sebagai RS Rujukan penanganan pasien Covid-19,” ujar Ilham, dikutip dari Fajar.co.id.

 

4 dari 5 halaman

Setelah diperiksa dan diobservasi, Nita dirujuk ke RSUD Tenriawaru. Di sana pasien tiba pukul 06.00 WITA, dengan diangkat oleh temannya tiga orang.

Humas RSUD Tenriawaru, Ramli, menjelaskan orang tersebut segara diarahkan ke ruangan untuk diambil tindakan. Ketika di ruang tindakan, ada salah seorang temannya berteriak keluarga pasien tersebut ada yang terkena Covid-19.

Ramli menuturkan setelah petugas medis melakukan pemeriksaan, didapati suhu tubuh pasien tersebut 36,9 derajat celcius. Ini menandakan suhu pasien berada pada batas normal.

 

5 dari 5 halaman

Ternyata Mabuk

Setelah itu dilakukan wawancara, barulah terkuak orang tersebut dalam kondisi mabuk. Petugas yang menangani mencium bau alkohol kemudian orang tersebut berpura-pura pingsan.

" Ada bau alkohol ketika diperiksa. Kemudian orang tersebut pura-pura pingsan. Ketika dilihat oleh perawat dia tutup matanya, ketika perawat melihat ke arah lain, ia membuka matanya,” tutur Ramli.

Bahkan, kata Ramli, ketika ditanya kapan dia kena virus corona, orang tersebut mengatakan setahun lalu. Petugas medis pun berkeyakinan orang tersebut hanya mabuk.

" Perawat sudah yakin orang ini mabuk setelah tercium bau alkohol," ujar Ramli.

 

Beri Komentar