Ilustrasi (Foto: Shutterstocks)
Dream - Selama berabad-abad dunia sains terus memperdebatkan fenomena pengalaman ruh keluar dari tubuh yang disebut dengan istilah Out of Body Experience (OBE).
Menurut laporan The Sun, berbagai teori tentang faktor yang memicu OBE telah dikemukakan. Seperti tertidur olahraga ekstrem atau minum obat.
Peneliti sebelumnya menduga, gangguan telinga misalnya. Bocornya telinga bagian dalam atau infeksi saraf di dekat gendang telinga dapat memicu OBE.
Teori itu mendapat dukungan dari seorang pakar syaraf dari Prancis. Penelitian Christophe Lopez bersama pakar telinga Maya Elzière menunjukkan, OBE disebabkan oleh gangguan komunikasi antara sistem visual normal dan sistem vestibular (telinga bagian dalam).
Mereka menganalisis 210 pasien yang dirawat Elziere karena rasa pusing yang berasal dari telinga bagian dalam. Christophe dan timnya juga memeriksa 210 orang dengan usia dan jenis kelamin yang sama, yang tidak memiliki masalah dengan rasa pusing.
Hasilnya, Christophe dan timnya menemukan sebagian besar pasien yang mengalami pusing didiagnosis pernah mengalami OBE. Mereka mengalami OBE setelah menunjukkan tanda-tanda depresi dan kecemasan, serta perasaan depersonalisasi (merasa terpisah dari dirinya sendiri dan lingkungannya).
Gejala-gejala ini memperkuat munculnya OBE. Sekira 14 persen pasien yang memiliki masalah kepala pusing mengatakan pernah mengalami fenomena ini.
Tapi, hanya lima persen dari pasien yang dipantau mengaku pernah mengalami OBE. Sementara yang tidak menderita masalah telinga, mereka semua menderita depresi atau depersonalisasi.
Christophe dan timnya menyimpulkan depresi dan depersonalisasi berkontribusi pada OBE. Tetapi, masalah pada telinga bagian dalam juga menjadi penyebab yang lebih mungkin. (ism)
Advertisement

Kemnaker Sesuaikan Regulasi Ketenagakerjaan Imbangi Dinamika Dunia Kerja


Model AI Meta Retas Perusahaan Lain Saat Uji Coba Keamanan Siber, Apa Dampaknya untuk Kita?

Bukan 17 Agustus, Ini Kota yang Sudah Proklamasikan Kemerdekaan 2 Hari Sebelumnya

Beras Fortifikasi: Kenali Apa Itu serta Amankah untuk Kita Konsumsi?

Bukan 17 Agustus, Ini Kota yang Sudah Proklamasikan Kemerdekaan 2 Hari Sebelumnya

Model AI Meta Retas Perusahaan Lain Saat Uji Coba Keamanan Siber, Apa Dampaknya untuk Kita?