( Shanghaiist.com)
Dream - Beras palsu yang terbuat dari potongan-potongan kertas kecil yang digulung ditemukan awal pekan ini di provinsi Guangdong, Tiongkok, setelah seorang wanita mengatakan sulit mengunyah nasi saat dia makan siang.
Wanita bernama Cai mengatakan kepada wartawan bahwa ia dan keluarganya tidak melihat ada yang salah dengan nasi yang mereka makan sampai saat dia menggigit sebiji nasi yang 'luar biasa keras'.
Menurut Apple Daily dilansir Shanghaiist.com, Selasa 8 September 2015, Cai kemudian mengeluarkan biji nasi tersebut dari mulutnya.
Saat diperiksa dengan cermat, Cai merasa tak percaya bahwa nasi tersebut ternyata potongan kertas kecil yang digulung dengan rapi.
Cai mengatakan kepada polisi setempat ia membeli beras tersebut dari seorang pedagang jalanan. Pedagang itu meyakinkan Cai bahwa beras yang dijualnya ditanam di pedesaan lainnya 'tanpa menggunakan pestisida'.
Awal tahun ini, pasar-pasar di Asia digegerkan dengan munculnya beras plastik yang berasal dar Cina. Beras palsu tersebut adalah campuran dari kentang, ubi jalar dan resin sintetis.
Menurut Oryza.com, butir beras plastik akan tetap keras setelah direbus. Sementara jika dibuat bubur akan menjadi lapisan plastik yang baunya sangat tak menimbulkan selera.
Advertisement
Refuse Derived Fuel (RDF), Saat Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif

Perusahaan Milik Orang Terkaya Indonesia Bakal Rekrut 1.000 Pegawai Baru

Sempat Terpeleset 20 Menit, IHSG Bergerak Menguat di Paruh Pertama Perdagangan

Sosok 2 Orang Terkaya Indonesia yang Masuk Wantimpres Presiden Prabowo

Sederet Alasan untuk Investasi Emas 'Hijau'


5 Cara Membantu Tubuh Mengeluarkan Mikroplastik, Bisa Dimulai dari Konsumsi Makanan Bergizi

Alkimia: Ilmu Kuno yang Dipelajari Berabad-Abad, Adakah Hubungannya dengan Kimia Modern?

Teh Panas atau Es, Mana yang Lebih Banyak Mengandung Antioksidan?

Benarkah Uang Bisa Membeli Kebahagiaan? Studi Ungkap Jawabannya Tak Sesederhana Itu

Pengeluaran Rp1,65 Juta, BPS Bongkar Uang WNI Menguap Kemana Saja

Refuse Derived Fuel (RDF), Saat Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif

Perusahaan Milik Orang Terkaya Indonesia Bakal Rekrut 1.000 Pegawai Baru