Makam Sunan Gunung Jati (Wikipedia)
Dream - “ Insun titip tajug lan fakir miskin.” Kalimat itu tertulis di dinding serambi Masjid Agung Gunung Jati, Cirebon. Banyak yang yakin kalimat itu merupakan wasiat terakhir Syarif Hidayatullah, salah satu penyebar Islam di Tanah Jawa.
Kalimat ulama bergelar Sunan Gunung Jati itu kurang lebih berarti “ Saya titip tajug (sejenis musala atau langgar yang dipergunakan pula buat mengaji) dan fakir miskin.”
Melalui wasiat itu, Sunan Gunung Jati berpesan kepada umat Islam merawat musala dan fakir miskin setelah kepergiannya. Dengan kata lain, musala dan fakir miskin tak boleh ditelantarkan.
Menurut KH Jamhari, tokoh dari Plered, Cirebon, tajug yang dimaksud dalam wasiat itu punya arti yang lebih luas, tidak hanya terbatas musala atau langgar saja. Melainkan meliputi pesantren, madrasah diniyah, dan majlis ta'lim lainnya.
Demikian pula dengan istilah fakir miskin, bukan sekadar para pengemis, si peminta-pinta. Tapi juga para santri dan pelajar yang benar-benar sedang menimba ilmu dan memerlukan bantuan.
Rupanya, wasiat Sunan Gunung Jati itu benar-benar diamalkan oleh masyarakat di Cirebon. Lantas, apalagi wasiat-wasiat dari Sunan Gunung Jati?
Baca selengkapnya di tautan berikut ini.
Advertisement
Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global

AI Makin Ancam Manusia, PBB Ingatkan Dunia Jangan Terlambat Mengendalikannya

Inilah Peta Baru Dunia Versi PBB: Eropa dan Amerika Jadi Lebih Kecil. Mengapa?

Tak Lagi ke Bantargebang, Sebagian Limbah Jakarta Belok ke Bank Sampah

Sampah Bisa Jadi Voucher Belanja hingga Pengganti Batubara


Masalah Keuangan Berkepanjangan Bisa Berkaitan dengan Penuaan Otak Lebih Cepat, Ini Penjelasannya

Pemeriksaan Kesehatan yang Penting untuk Perempuan Usia 20-an, 30-an, 40-an, dan 50-an


Tembus 21 Juta Views, 'Kasih Aba-Aba 2.0' Naykilla & Tenxi Jadi Tren TikTok Untuk Sambut Shopee 9.9


Tak Cukup Lihat Klaim di Kemasan, Orang Tua Perlu Lihat Bukti di Balik Susu Formula Anak

Dari Rumah BUMN hingga Pameran, Cara UMKM Menembus Pasar Global