Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Aplikasi Ojek Online, Bonceng, Mulai Diperkenalkan (Facebook @bonceng.id)
Dream - Gojek dan Grab bakal kedatangan pesaing baru. Sebuah aplikasi bari transportasi online telah diperkenalkan ke publik masyarakat dengan nama Bonceng.
Untuk memikat para penggunanya, Bonceng menyatakan aplikasinya berbeda dari layanannya transportasi online yang sudah ada. Salah satu unggulannya adalah membebaskan segala potongan atau pun beban biaya transaksi kepada driver.
Mengutip laman Liputan6.com, aplikasi yang dirilis Sabtu, 10 November 2018 ini hanya meminta syarat driver bisa menerima pesanan jasa yang masuk. Setiap transaksi yang diperoleh sepenuhnya akan masuk kantong driver.
Terkait tarif, Bonceng juga memiliki sistem biaya yang berbeda dari aplikasi lain. Tarif yang dikenakan bukan lagi per kilometer perjalanan, melainkan harga cluster berdasar radius jarak perjalanan yang dikelompokkan dalam beberapa harga yang bulat.
Tarif ditetapkan mulai dari Rp 5.000, Rp 10.000, Rp 15.000, Rp 20.000 dan seterusnya.
Perbedaan yang diberikan Bonceng dari aplikasi lain adalah konsumen dapat memesan layanan penjemputan sesuai dengan waktu yang diinginkan hingga tujuh hari ke depan.
Konsumen juga bisa memesan lebih awal sesuai jam yang diinginkan.
Untuk menjamin keselamatan penumpang dan driver, aplikasi ini juga menyediakan panic button dengan ikon lonceng pada saat perjalanan. Bila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, konsumen tinggal menekan tombol tersebut dan langsung akan terkoneksi dengan kantor polisi, layanan ambulans, hingga kontak kerabat terdekat.
Disinggung soal nama aplikasinya, manajemen Bonceng mengklaim ingin membuat brand yang tidak terbebani dengan istilah kebarat-baratan dan dapat menunjukkan jati diri asli Indonesia. Warna dominan dari jaket dan helm pengemudi adalah warna merah dan putih.
Warna tersebut adalah warna kebesaran bendera Indonesia. Bonceng mulai merekrut driver pada 28 Oktober, bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda. Dan Bonceng mulai mengenalkan diri pada 10 November bertepatan dengan Hari Pahlawan.
Mengutip data app store Google, aplikasi ini telah diunduh lebih dari 5000 kali dan mendapatkan rate 3,9. Tertulis nama Bonceng Indonesia sebagai pembuat dari aplikasi tersebut.
Kita tunggu saja kiprah aplikasi transportasi online ini di Indonesia? (Sah)
(Sumber: Liputan6.com/Iskandar)
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari

Jika KDM Tidak Nyapres Siapa Untung: Prabowo, Gibran, atau AHY?