Dimarahi Ibunya di Depan Teman Sekelas, Bocah Ini Nekat Lompat dari Lantai Lima

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Rabu, 30 September 2020 15:30
Dimarahi Ibunya di Depan Teman Sekelas, Bocah Ini Nekat Lompat dari Lantai Lima
Remaja laki-laki berusia 14 tahun itu melompat dari 5 lantai gedung sekolahnya.

Dream - Menjalani peran sebagai orang tua mungkin bukanlah perkerjaan yang mudah bagian sebagian orang. Metode pengasuhan orang tua sangat berpengaruh pada perkembangan anak.

Metode pengasuhan yang keras, seperti mempermalukan di depan umum dan memukul, tampaknya sudah harus ditinggalkan. Sebab, bisa memicu trauma emosional dan berdampak buruk terhadap psikologis anak.

Seperti trauma yang baru-baru ini menimpa pada seorang anak laki-laki di China, yang berakhir dengan tragis.

Dikutip dari World of Buzz, seorang remaja laki-laki berusia 14 tahun asal Wuhan, China, melompat dari lantai lima gedung sekolahnya setelah ditampar sang ibu di depan teman-teman sekelasnya.

 

1 dari 5 halaman

Menurut informasi, bocah 14 tahun itu sedang bermain poker dengan teman-temannya dan pihak sekolah menemukan mereka. Orang tua bocah itu langsung saja dipanggil oleh pihak sekolah, sementar bocah itu dihukum dengan berdiri di koridor.

Ketika ibu dari bocah 14 tahun itu tiba, dia sangat marah, menghampirinya di koridor dan langsung menamparnya.

Bocah di Tampar© World of Buzz

Ibunya langsung diantar ke kantor guru, sementara bocah itu berdiri selama tiga menit dengan tenang, sebelum ia memutuskan melompat.

Bocah di Tampar© World of Buzz

Dia langsung dilarikan ke rumah sakit dan dinyatakan meninggal pada pukul sembilan malam.

2 dari 5 halaman

Kejadian tersebut turut memancing komentar warganet China. Sebagian warganet menyebut remaja itu memiliki jiwa yang terlalu rapuh.

Di sisi lain, warganet lain berpendapat bahwa orang tua harus mempertimbangkan kesejahteraan emosional dan psikologis anak mereka terutama ketika menegur kesalahan di depan umum.

Sumber: World of Buzz

3 dari 5 halaman

Nekat Selfie di Air Terjun, Pria Tewas Jatuh ke Jurang

Dream – Saipov Abdullokh, tewas setelah ia terjatuh saat sedang berfoto selfie di area air terjun. Ia diduga mengabaikan tanda peringatan yang telah dipasang oleh pihak pengelola.

Pria berusia 22 tahun yang berasal dari Uzbekistan ini mengujungi Taman Nasional Air Terjun Ngao di Thailand, pada sabtu pagi.

Setibanya disana, ia justru mengabaikan peringatan tentang larangan untuk berselfie di area air terjun. Teman-temannya hanya dapat menyaksikan ngeri saat ia terpeleset di antara bebatuan basah, yang menyebabkan ia terjatuh hingga tewas.

Setelah kejadian mengerikan itu, teman-temannya pun langsung menghubungi pihak pengelola. Saat mereka tiba, Saipov sudah ditemukan tewas diantara bebatuan tajam di dasar air terjun.

 

 

4 dari 5 halaman

Menderita luka parah

Saipov menderita luka dalam di kepala. Menyebabkan ia kehilangan banyak darah.

Paramedis menyatakan, ia meninggal di tempat kejadian. Tubuhnya pun langsung dibawa ke rumah sakit Ranong untuk pemeriksaan lebih lanjut.

depresi-akibat-teror-pinjaman-online-warga-tulungagung-bunuh-diri-210625c.html" id="link-box-terkait-5" data-position="5">Diduga Depresi Akibat Teror Pinjaman Online, Warga Tulungagung Bunuh Diri

Polisi kemudian melanjutkan penyelidikan dengan menanyakan kejadian tersebut kepada teman-teman Saipov. Semuanya mengatakan Saipov berdiri di atas bebatuan air terjun untuk berfoto selfie.

 

5 dari 5 halaman

Mengabaikan peringatan pengelola

Chalit Sinrojthanakorn, Kepala taman nasional mengatakan Soipov telah mengabaikan peringatan untuk tidak mendekati tepi air terjun karena permukaannya yang licin.

“ Segera setelah kami menerima panggilan tersebut, kami langsung berkoodinasi dengan layanan penyelamat dan pihak kepolisian,” ungkapnya.

“ Mereka menyewa sepeda motor dan melakukan perjalanan dari Phuket. Almarhum berjalan menuju air terjun. Ia terpleset diatas bebatuan licin. Tubuhnya jatuh diantara batu-batu yang tajam. Ia tewas seketika karena mengeluarkan banyak darah dari hidung dan mulut,” lanjut Chalit.

Polisi mengatakan jenazah Saipov telah dikirim kerumah sakit untuk memastikan penyebab kematiannya. Mereka juga melaporkan peristiwa itu kepada Kedutaan Besar Uzbekistan di Thailand.

(Sumber: mirror.co.uk)

Beri Komentar