Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Letitia Chai Nekat Melepas Pakaiannya Saat Presentasi, Sebagai Bagian Dari Protes (Foto: Cornell University)
Sang profesor dianggap diskriminatif.
Dream - Aksi nekat dilakukan seorang mahasiswi Cornell University New York, Amerika Serikat (AS), Letitia Chai. Pada Sabtu, 5 Mei 2018 Chai melakukan protes dengan menanggalkan pakaiannya saat presentasi thesisnya.
Dilaporkan laman pers mahasiswa, The Cornell Daily Sun, aksi nekat itu berawal dari pertanyaan sang profesor penguji yang menanyakan pilihan baju saat presentasi.
"Hal pertama yang ditanyakan profesor kepadaku ialah 'inikah yang akan kamu pakai?" kata Chai.
Chai yang mengenakan kemeja berkancing warna biru dan celana pendek berbahan denim, tercengang mendapat pertanyaan itu.
"Aku pikir saya begitu terkejut sehingga saya tidak tahu cara menanggapinya," ujar dia.

Chai mengatakan Profesor Rebekah Maggor menyebut pakaian yang digunakan Chai `terlalu pendek`. Kelas yang diikuti Chai memang tidak pernah memberlakukan baju yang formal, namun dalam silabus yang dibuat mahasiswa disarankan untuk `berpakaian dengan pantas` sesuai keinginan.
"Aku tak mengatakan pada siswaku pakaian yang akan dipakai, pun mendikte bagaimana pakaian yang pantas itu," kata Maggor. "Aku meminta mereka merefleksikan diri mereka sendiri dan membuat keputusan atas itu."
Sebagai bentuk protes atas pernyataan Maggor itu, Chai kemudian meneruskan presentasi dengan berpakaian dalam saja. Dia menganggap cara itu sebagai perlawanan atas diskriminasi moral yang dibuat sang profesor.
"Sebagian besar dari kami ialah mahasiswa kulit berwarna, dengan latar belakang multi etnis, yang kecewa dengan penindasan sistemik dari struktur negara ini," ujar Letitia. (ism)