Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Kaum wanita kadangkala punya standar tersendiri mengenai calon pasangan mereka.
Ada yang ingin punya suami ganteng, ada yang ingin suami yang bertanggung jawab. Yang lainnya ingin suami yang setia. Namun tak sedikit pula yang hanya mengincar pria kaya raya.
Namun sebagian besar mungkin menginginkan suami yang memiliki masa depan yang cerah. Sehingga, ketika berumah tangga, kehidupan bisa berjalan dengan tenang dan stabil.
Tidak ada yang salah dengan menyiapkan calon pasangan yang memiliki standar tinggi jika alasannya baik. Tetapi seorang wanita atau pria tidak seharusnya menghina atau memaksa seseorang yang tidak memenuhi kriteria mereka hanya karena alasan egois.
Sama seperti pria dalam video ini yang dibuang oleh kekasihnya hanya karena penampilan dan kondisinya yang miskin.
Wanita itu hanya memikirkan dirinya sendiri. Dia tidak mau tahu dengan alasan kekasihnya saat tidak mau diajak makan di sebuah restoran karena uangnya habis untuk membayar kontrakan.
Wanita dalam video itu merasa tidak bahagia dan kecewa karena kekasihnya tidak bisa menuruti apa yang diinginkannya.
Dia memutuskan berpisah dari pria tersebut hanya karena tak bisa memberinya apa-apa dan tak mampu mengajaknya kencan.
Berikut kata-kata terakhir wanita itu sebelum memutuskan pria malang tersebut.
" Jika kamu tidak bisa memenuhi kebutuhanku, baiklah, kita putus. Jangan pernah hubungi aku lagi. Kamu ternyata lebih buruk dari pengemis. Kamu tetap saja pecundang."
Meski terluka, pria itu rupanya tak patah semangat untuk mengejar cita-citanya yang lain.
Setelah beberapa tahun berlalu, seorang pria dengan pakaian perlente muncul dari sebuah gedung. Sementara wanita tadi duduk di luar.
Ketika pria itu lewat, wanita tersebut mengenalinya sebagai mantan kekasihnya yang dia campakan dahulu. Wanita itu kemudian bercerita dia sudah menikah dan sekarang punya suami dengan gaji hampir setengah miliar. Sementara pria tersebut hanya senyum-senyum saja.
Saat pembicaraan berlangsung, muncul pria lain dari gedung yang ternyata adalah suami wanita itu. Ternyata suami wanita itu anak buah mantan kekasihnya.
Ya, pria yang dulu dia campakan itu, kini telah menjadi seorang bos besar. Mendengar penjelasan suaminya, wanita itu hanya bisa diam dan merasa sangat malu.
Pelajaran di sini adalah cintailah hatinya, bukan hartanya. Hati baik nilainya lebih besar dari segalanya.
(Ism, Sumber: Elitereaders)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya