Gerakan TabAh (kabarseputarmuria.com)
Dream - Slamet Setia Budi, 35 tahun, warga Kedungmutih, Wedung, Demak merasa prihatin dengan lingkungannya. Di kanan kirinya, banyak kelompok jompo yang sama sekali tidak mendapat perhatian.
Jangankan makan enak, untuk makan sederhana hanya dengan nasi dan sedikit lauk saja mereka kesusahan. Para jompo tersebut terpaksa mengandalkan belas kasih para dermawan.
Berangkat dari keresahan tersebut, Slamet memutuskan membuat gerakan 'TabAh' (Tabungan Akhirat). Melalui gerakan ini, dia menyalurkan sepaket santunan berisi mie instan, biskuit, gula dan susu kepada para jompo sebulan sekali.
Gerakan ini awalnya hanya dapat menjangkau beberapa warga jompo saja. Penyebabnya, dana yang dikumpulkan Slamet tidak terlalu besar.
Tetapi, hal itu tidak membuat Slamet patah semangat. Ia mencoba menemui pengelola Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Margi Rahayu yang berkantor di kios Pasar Baru Kedungmutih. Di hadapan pengelola, Slamet mengutarakan idenya.
Ide itu mendapat sambutan positif dari pengelola KSP. Slamet kemudian mendapat sejumlah dana untuk mengembangkan gerakannya. Alhasil, saat ini santunan dapat disalurkan kepada 45 orang jompo sekitarnya.
Bagaimana kisah Slamet membangun gerakan ini? Simak selengkapnya di sini.
Kirimkan kisah nyata inspiratif disekitamu atau yang kamu temui, ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:
1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog atau sosmed
3. Foto dengan ukuran high-res
4. Isi di luar tanggung jawab redaksi
Ayo berbagi traffic di sini!
Advertisement
Sampah Bisa Jadi Voucher Belanja hingga Pengganti Batubara

3,3 Juta Lansia Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Ini yang Terjadi Saat Masuk ke Tubuh

Abu Vulkanik Letusan Anak Krakatau Sampai Jakarta, Bandara Soekarno Hatta Ditutup Sementara


Review Timbangan Digital MODENA Smart Body Scale untuk Tracking Progress Diet selama Ramadan


Es Batu atau Air Es, Mana yang Lebih Cepat Mendinginkan Minuman? Jawabannya Ternyata Mengejutkan


Mengapa Mencetak Uang Lebih Banyak Tidak Bisa Membuat Negara Lebih Kaya?


Cara Berhenti Minum Minuman Manis dalam 14 Hari, Ikuti Langkah Sederhana Ini

PMI Salurkan 1 Juta Masker untuk Warga Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

Mengenal Gini Index: Angka untuk Menghitung Ketimpangan Pendapatan