Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Berdusta atas nama Nabi SAW tidaklah sama dengan berdusta atas nama orang lain, selain Nabi SAW. Karena beliau sumber syariat, sehingga keberadaan hadis palsu, bisa merusak syariat.
Dari Mughirah bin Syu’bah RA, Nabi SAW bersabda,
Berdusta atas namaku, tidak seperti berdusta atas nama orang lain. Siapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja, silahkan siapkan tempatnya di neraka. (HR. Ahmad 18140, Bukhari 1291, dan Muslim 5).
Karena itu, setiap muslim dituntut untuk selalu waspada, menjaga lisannya, jangan sampai dia berdusta atas nama sumber syariat, baik bentuknya hadis maupun ayat Alquran. Termasuk berdusta dalam hal sejarah perjuangan dan perjalanan dakwah Nabi SAW.
Nabi SAW Menghidupkan Orang Tuanya
Terdapat riwayat dari Aisyah RA,
Nabi SAW melakukan haji wada’ bersama kami. Ketika beliau melewati Aqabah al-Hajun, beliau menangis, sangat sedih. Akupun ikut menangis, karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menangis. Kemudian beliau turun dari ontanya, dan mengatakan, “ Ya Humaira, berhentilah.” Lalu beliau bersandar di ontanya, dan membiarkan aku dalam waktu lama. lalu beliau kembali lagi menampakkan rasa senang sambil tersenyum. Akupun bertanya,
" Ayah dan ibuku jadi tebusannya, Ya Rasulullah, anda turun tadi dalam kondisi sedih, akupun menangis karena Anda menangis. Lalu anda kembali dengan senang dan tersenyum. Ada apa Ya Rasulullah?"
Jawab Nabi SAW,
Aku berziarah ke makam ibuku Aminah, lalu aku memohon kepada Allah agar Dia menghidupkannya. Lalu Allah-pun menghidupkannya. Lalu beliau beriman kepadaku, kemudian Allah kembalikan ke kuburannya.
Status Hadis
Para ulama ahli hadis sepakat bahwa hadis ini palsu. Penjelasan selengkapnya baca di sini.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya